oleh

120 Kapal Dari 15 Negara Ikuti Event Wonderful Sail to Indonesia di Pulau Bawean

NusantaraPos – Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur mendapat kehormatan menjadi salah satu titik singgah destinasi dalam jalur pelayaran yacht Wonderful Sail to Indonesia pada tanggal 2-5 Oktober 2018 mendatang.

Wonderful Sail to Indonesia merupakan event pelayaran yang digelar pemerintah untuk mengenalkan kekayaan budaya dan alam Indonesia. Pada tahun 2018, event ini diikuti oleh 120 kapal yacht dari 15 negara dan akan mengunjungi sebanyak 53 destinasi di Indonesia, mulai Kupang hingga Tanjung Pinang selama lima bulan sejak bulan Juni hingga November 2018.

Ketua Badan Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Dr. Indroyono Soesilo mengatakan,” Tanggal 2-5 Oktober kapal-kapal layar yang ikut dalam acara Sail to Indonesia akan singgah di Bawean. Mereka itu akan berangkat dari Tual, Maluku Utara itu sekitar 47 kapal dan dari darwin 12 kapal. Jadi kira-kira semua itu 50-an kapal,” ujarnya saat jumpa pers di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).

“Sebenarnya di Bawean itu titik strategis, dia itu di tengah antara Jawa dan Kalimantan. Jadi kalau orang mau berlayar orang pasti mau berhenti ke sana,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah menjadikan Bawean sebagai salah satu titik labu, Tim Sail to Indonesia yang dipimpin oleh Bapak Raymond T. Lesmana melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Bawean pada tanggal 24-29 Januari 2018 lalu untuk meninjau tempat yang representatif sebagai titik singgah para yachter saat datang ke Bawean.

Pemerintah Gresik juga terus melakukan promosi dan publikasi besar-besaran dengan memasang baliho, spanduk dan videotron di berbagai sudut kota Gresik dan juga di Pulau Bawean sendiri.

Ketua Pengembangan Pariwisata Bawean Ahsanul Haq mengatakan, terpilihnya Bawean sebagai salah satu Pulau yang disinggahi wisatawan mancanegara selama 2-5 Oktober 2018 merupakan kesempatan besar bagi warga Bawean untuk mempromosikan diri pada tingkat internasional. Secara ekonomi, masyarakat Bawean juga akan diuntungkan dengan adanya transaksi jual beli antara pengunjung dan warga lokal, mulai dari kebutuhan dasar, sarana transportsi, sovenir dan oleh-oleh khas Bawean, hingga pemandu wisata.

“Jadi memang kegiatan Pemerintah daerah. Kami sebagai warga Bawean yang peduli, kami mengkonsep dan mendukung semua kegiatan yang sudah dikonsepkan oleh pemerintah pusat,” pungkas Ahsanul Haq. (*)

Komentar