SHARE

BATAM,nusantarapos,- – Aksi terdakwa Gopi Nathan yang memasukkan enam bungkus sabu-sabu seberat 159 gram dan 9 butir pil ekstasi ke dalam anus untuk mengelabui petugas di Pelabuhan Batam Centre. Demikian fakta persidangan dalam agenda keterangan saksi dua orang petugas Bea Cukai ini dihadirkan JPU guna mendengarkan kronologis penangkapan terhadap terdakwa.

Dalam memberikan keterangan penangkapan terhadap terdakwa, Andre Parulian petugas Bea Cukai mengatakan, penangkapan terhadap terdakwa dikarenakan curiga dengan gerak-gerik terdakwa yang seperti orang kebingungan.

“Awalnya curiga, karena terdakwa terlihat seperti orang bingung, lalu kami amankan keruang petugas Bea Cukai” jelas Andrew Parulian kepada ketua hakim Zulkifli yang didampingi hakim Yona dan Iman dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, (8/2).

Ketika pemeriksaan awal dilakukan petugas Bea Cukai, terdakwa terus menolak untuk tidak diperiksa lebih lanjut oleh petugas. Karena penolakan ini, petugas semakin curiga dengan terdakwa, dan akhirnya dilakukanlah tes urine terhadap terdakwa.

“Saat dibawa keruang pemeriksaan Bea Cukai, terdakwa bersikeras menolak untuk tidak diperiksa. Karena kami makin curiga, lalu dilakukanlah tes urin kepadanya yang hasilnya positif” kata petugas Bea Cukai ini.

Dilanjutkannya, setelah terdakwa positif memakai narkoba, petugaspun melanjutkan pemeriksaan ke badan dan barang bawaan terdakwa. Namun, tidak ditemukan satupun barang yang mencurigakan, sehingga terdakwa dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam guna melakukan rontgen” lanjutnya.

Setelah hasil rontgen keluar, dan terbukti didalam tubuh terdakwa terdapat benda yang mencurigakan berbentuk kapsul bulat. Namun, ketika petugas mempertanyakan benda apa yang ada didalam tubuhnya, terdakwa memberikan keterangan yang sangat tidak koperatif kepada petugas.

“Ketika hasil rontgen keluar, terdapat benda aneh didalam tubuhnya, tapi terdakwa bersikeras mengatakan kalau tidak ada benda aneh didalam tubuhnya” kata Andrew.

Petugas membawa Gopi Nathan ke kantor Bae Cukai di Batu Ampar guna mengeluarkan benda tersebut. Sesampainya dikantor Bea Cukai, petugas memaksa terdakwa masuk kedalam toilet untuk mengeluarkannya. Tapi terdakwa bersikeras mengatakan kalau tidak bisa mengeluarkannya.

Selang berapa lama, setelah diberi makan, terdakwa mengatakan ingin ke toilet. Petugaspun menemani terdakwa didalam toilet,”Dalam satu malam itu, terdakwa mengeluarkan 2 bungkus sabu dari anusnya” ujar Andrew.
Ketika hakim Iman menanyakan sudah berapa kali terdakwa keluar masuk Batam dari Malaysia, Andrew mengatakan kalau dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak imigrasi terhadap paportnya, terdakwa sudah sering keluar masuk Batam.”Dari pemeriksaan pihak imigrasi, terdakwa ini sudah sering keluar masuk Batam, dengan alasan liburan” jawab Andrew.

LEAVE A REPLY