SHARE
Kampung Warna-warni

Jakarta, Nusantarapos- Data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat tiap tahunnya, berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan hingga tahun 2016 telah mencapai 259.150 kasus. Gaya hidup merokok, juga menyumbangkan kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan.

Hal ini disampaikan oleh Evie Permata Sari, Media Officer Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) pada Konferensi Pers yang dilaksanakan di Kampung Penas Tanggul, Cipinang Besar Selatan, Kamis (23/3/2017)

“Sering kita membaca di media tentang bagaimana istri dipukuli suami karena tidak mau membelikan uang rokok atau memberi uang rokok. Biaya pembelian rokok dalam rumah tangga menjadi prioritas nomor tiga setelah pembelian pangan,” ujar Evie seperti tertera dalam siaran pers yang diterima Nusantara Pos

Dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional 2016 menempatkan rokok sebagai pengeluaran per kapita terbesar ketiga untuk kelompok makanan di bawah pengeluaran untuk makanan-minuman jadi dan padi-padian. Pengeluaran terbesar masyarakat Indonesia adalah untuk makanan dan minuman jadi sebesar 29 persen, pengeluaran untuk padi-padian 14 persen, dan di urutan ketiga pengeluaran rokok 13,8 persen.

Sementara itu menurut Azas Tigor Nainggolan dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) menyampaikan bahwa data menunjukan 70% perokok di Jakarta adalah warga miskin.

“Sebagai warga miskin yang sering diidentikan dengan kebiasaan tidak normal merokok, warga Penas ingin menjadikan kampungnya tanpa rokok,” terang Azas Tigor.

Dalam kesempatan ini, secara khusus warga ingin menunjukkan bahwa mereka walau miskin dan kampungnya di pinggir sungai Cipinang, tetap bisa menjadi kampung yang sehat, indah dan menarik serta memberi kontribusi positif bagi kota Jakarta.

Warga akan mulai membangun kebiasaan tidak merokok di dalam rumah agar ibu-ibu dan anak-anak mereka tidak terpapar asap rokok ayahnya. Sikap tanpa rokok ini akan terus dikembangkan menjadi kampung yang benar-benar bebas dari rokok.

“Melalui Kampung Warna Warna Tanpa Rokok ini, warga ingin menjadikan kampung percontohan sebagai kampung sehat tanpa rokok melindungi hak sehat bagi perempuan dan anak-anak,” lanjutnya.

Ide membangun Kampung Warna-Warni Tanpa Rokok ini diawali oleh hasil kunjungan beberapa wakil warga Penas Tanggul bersama FAKTA ke Kampung Code di pinggir Kali Code Yogyakarta. Kampung Penas Tanggul terletak di jalan Pancawarga 30 RT 15 RW 2 (di pinggir sungai Cipinang) Jatinegara Jakarta Timur, tepat dibelakang kantor Kementrian Lingkungan Hidup di jalan DI Panjaitan Jakarta Timur.

Warga kampung Penas Tanggul bersepakat menata kembali kampungnya menjadi kampung yang indah menarik sebagai Kampung Warna Warni dan Kampung Tanpa Rokok. Kesepakatan ini dibangun pada rapat warga tanggal 12 Maret 2017 lalu.

Saat ini warga sudah mulai berkegiatan mewujudkan Kampung Warna Warni Tanpa Rokok menjadikan kampung percontohan sebagai kampung sehat tanpa rokok yang melindungi hak hidup sehat bagi perempuan dan anak-anak. (ARS/*)

LEAVE A REPLY