SHARE

Nusantarapos.com. Badan Pengawasan Makanan dan Obat memusnahkan 499 jenis produk sitaan, Kamis (27/04/2017) pukul 14.00 wita di TPA Alak, Kupang dengan nilai RP.140.882.900.

Produk yang dimusnahkan tersebut terinci, produk tanpa izin edar 467 jenis, OT tanpa izin edar 15 jenis, SK tanpa izin edar 15 jenis, Kerupuk mengandung boras 1 jenis dan Tangkur Madu mengandung bahan kimia obat parasetamol dan sidenafil 1 jenis.

Penemuan obat dan makanan ilegal tersebut berdasarkan hasil beberapa operasi Balai POM NTT yakni operasi pangsa, operasi menjelang hari raya, operasi satgas pemberantasan makanan dan obat ilegal dan operasi opson VI.

“Pemusnahan makanan dan obat ilegal merupakan salah satu bentuk dari kampanye ,Sadar Pangan Aman, yang sedang diselenggarakan secara nasional, ” kata Kepala Badan POM NTT, Penny Lukito, Kamis (27/04/2017) pukul 12.00 wita di Aula El tari Propinsi NTT dalam kegiatan kampanye sadar pangan aman terhadap siswa SD/MTs.

“Sebelum kita sita barang – barang itu, kita melakukan pengujian Lab terlebih dahulu. Jika positif berbahaya baru kita sita. Sehingga menyita sebuah produk, prosesnya lama, ” lanjutnya.

Sementara itu Deputi III Balai POM Indonesia pada kegiatan itu juga menyampaikan, sadar pangan aman itu artinya pangan yang dikonsumsi harus aman dari bahan berbahaya dengan indikatornya adalah aman dari narkoba, bahan kimia dan pencemaran fisik.

Menurutnya, ada tiga pilar pengamanan pangan yaitu produser, regulator dan masyarakat.

“Masyarakat harus tahu karena ini pengetahuan sehingga kita saling memberitahu. Jika pada produk penyebabnya adalah mikroba maka akan terjadi penyakit akut dan jika penyebabnya karena bahan kimia maka akan terjadi penyakit kronis, ” ucap Suratmono.

Pada tahun 2017, operasi yang dilakukan di lokasi Timor Raya, Ahmad Yani, Bundaran PU, Sunan Gunung Jati, Perintis Kemerdekaan dan Sam Ratulangi. (*mar)

LEAVE A REPLY