SHARE

Jakarta,nusantarapos,-Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), hari ini, Sabtu (10/5) menggelar acara ulangtahunnya yang ke 17 di Kampung Penas Tanggul Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur.

Selain menggelar acara ulang tahun, FAKTA juga membuat konsep kampung warna-warni dengan tujuan membuat kampung jadi indah bebas dari kekumuhan, terutama di Kampung Penas Tanggul.

“Sebagai sebuah wadah aspirasi masyarakat, terutama masyarakat miskin yang kerap menerima ketidakadilan, kita berusaha untuk memberikan solusi membangun tanpa menggusur,” kata ketua FAKTA Azas Tigor.

Dari asumsi kampung warga miskin yang sering mendapat stigma sebagai pemukiman yang kumuh, kotor, berantakan dan mengganggu keindahan kota, sehingga sering digunakan Pemerintah Daerah sebagai pembenaran melakukan penggusuran paksa, menjadikan warga yang terancam dan menjadi korban penggusuran paksa, memiliki hak atas perbaikan tepat pada waktunya.

“Memasuki usia 17 tahun FAKTA bertekad untuk semakin berpihak kepada masyarakat miskin kota Jakarta lewat pelayanan dan semangat membantu,” lanjutnya.

Kampung yang diiniasasi oleh warga dan FAKTA pada saat pelatihan analisa sosial di Jogja, melewati banyak fase hingga akhirnya menyatukan ide semua warga untuk menciptakan kampung yang humanis dan lebih baik, melalui konsep Kampung warna-warni dan KTR Penas tanggul.

Kampung Penas yang berada di pinggiran kali akan menjadi kampung pertama yang dibangun, dengan acuan kepada kampung warna- warni Malang, Kampung Kali Code di Jogjakarta, Area Malaka di Malaysia, dan Kampung warna-warni di Rio de Jenero, Brazil.

Warga Penaspun bersama-sama mengumpulkan dana secara mandiri dan mencari bantuan dari berbagai pihak luar agar menciptakan kampung tersebut terlaksana dengan baik.

Bahkan selain dengan di cat warna-warni, mereka juga ingin membuat kampungnya sebagai kampung yang sehat. Kesadaran atas bahaya rokok, membuat warga sepakat untuk melarang adanya aktivitas merokok di dalam rumah dan hanya mengijinkan aktivitas merokok ditempat yang ditentukan.

Menurut data riskesdas 2010, prevalensi konsumsi rokok dan produk tembakau lainnya pada tahun 2010 adalah 30,8% dari jumlah penduduk berusia ≥ 15 tahun. Bahkan prevalensi merokok pada kelompok usia 13-15 tahun mendekati atau melebihi prevalensi merokok pada orang dewasa (41% pada remaja laki-laki dan 6,4% pada remaja perempuan menurut hasil Global Youth Tobacco Survey).

“Yang sangat mengkhawatirkan pula adalah terjadinya peningkatan prevalensi merokok pada balita dan anak-anak berusia 5-9 tahun, dari 0,4% pada tahun 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004, berdasarkan hasil Survey Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik. Berdasarkan data yang didapat oleh Forum Warga Kota Jakarta, 70% perokok di Jakarta adalah warga miskin kota,” paparnya.

Selain itu, dengan bangga warga Kampung Penas menyatakan bahwa kampungnya adalah Kampung warna-warni tanpa rokok pertama di Provinsi DKI Jakarta dan mengajak warga kampung-kampung lain untuk ikut mengembangkan dan mempercantik kampungnya masing-masing.(JOKO)

LEAVE A REPLY