SHARE

Jakarta, Nusantara Pos- Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) hari ini, Kamis (20/7/2017) melakukan rapat kerja nasional (Rakernas) di Hotel Acacia, Jakarta. Dalam rakernas tersebut, para petani tebu meminta Pemerintah membebaskan gula tani dari PPN 10%.

“Sekarang gula tani masih kena PPN, yang bayar adalah konsumen akhir,” kata M. Nur Habsyin selaku Sekretaris Jenderal APTRI ssat diwawancarai Nusantara Pos.

Saat ini sedang dilakukan revisi Perpres No. 71/2015 di Kementerian Perdagangan tentang penetapan bahan pokok strategis. APTRI meminta gula tani dimasukkan menjadi bahan pokok strategis, sehingga gula tani nantinya bebas dari PPN sama seperti beras, jagung dan kedelai.

“Lewat forum rakernas ini, kita minta kepada Pemerintah supaya revisi Perpres itu segera, sehingga gula tani itu bebas PPN sampai ke tingkat konsumen akhir,” terangnya.

Terkait dengan harga acuan gula tani (HPP) Rp 9100/Kg dari petani, menurut APTRI harga tersebut masih dibawah biaya produksi. Biaya pokok produksi (BPP) gula tani sebenarnya berada di angka Rp 10.600/Kg. Idealnya HPP harus diatas BPP. Sehingga saat ini petani gula masih menderita kerugian.

“Kami minta harga acuan (HPP) Rp 11.000/Kg supaya petani untung. Harga di masyarakat tetap Rp 14.000/Kg. Sehingga keuntungan jangan diambil oleh pedagang saja, petani dikasih. Pedagang untung walaupun tidak banyak dan masyarakat tidak terbebani,” tandasnya.(ARS)

LEAVE A REPLY