SHARE

Denpasar, Nusantara Pos – 3M Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mahasaraswati serta 300 dokter gigi dari seluruh Indonesia, hari ini mengadakan program tanggung jawab sosial 3.000 Senyum Anak Indonesia di GOR I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, serta mendukung program pemerintah “Menuju Indonesia Bebas Karies 2030”. Penyakit gigi dan mulut, terutama gigi sensitif dan karies gigi hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di kalangan masyarakat Indonesia.

Program 3.000 Senyum Anak Indonesia ini diresmikan oleh Perwakilan Walikota Denpasar dan diikuti oleh lebih dari 3.000 anak sekolah dasar di wilayah Denpasar. Dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut, program ini telah berhasil memecahkan rekor MURI dengan tajuk “Pemeriksaan Karies Gigi dan Penggunaan Fluoride Topikal pada Siswa Terbanyak”.

Rangkaian acara ini dimulai dengan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di masing-masing sekolah sejak awal bulan Juli 2017 dan dilanjutkan dengan aplikasi fluoride topikal kepada 3.000 anak oleh 300 dokter gigi.

“Melalui program CSR ini, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia melalui penggunaan produk Clinpro™ White Varnish sebagai tindakan pencegahan karies gigi. Bersama dengan 300 dokter gigi dari seluruh Indonesia, dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar dan FKG Universitas Mahasaraswati, 3M terus berupaya melakukan edukasi kepada anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang merupakan jumlah penderita karies tertinggi di Indonesia,” Men Jung Tjoe, Business Director Health Care PT 3M Indonesia seperti dikutip Press Release yang diterima Nusantara Pos, Selasa (1/8/2017).

Program 3.000 Senyum Anak Indonesia ini menjadi puncak program rangkaian 1.000 edukasi (1.000 education series), yakni sebuah program edukasi yang diadakan oleh 3M bagi para dokter gigi di Indonesia, yang meliputi kegiatan penyuluhan, simposium, hingga workshop. (*)

LEAVE A REPLY