SHARE

Nusantara Pos- Belakangan ini marak sekali penyebaran berita melalui sosial media yang masih diragukan kebenarannya. Menurut Mr. Kan, seorang Pengamat Politik dan Hukum, setiap berita yang dibaca harus ditelaah dengan baik oleh masyarakat.

“Setiap berita yang beredar harus kita cerna baik – baik, jangan mudah terprovokasi, apa pun yang terjadi harus tenang – tenang untuk mempelajarinya, hati yang tenang adalah obat yang manjur dan juga jiwa yang tenang membuat kita jauh dari ketidak waras,” kata Mr. Kan.

Ingat dan sadari,,, Isu SARA sudah ada sejak jaman ORBA, isu SARA bukan solusi untuk membangun bangsa dan Negara, Isu SARA tidak lain hanya bertujuan untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, isinya Isu SARA adalah propaganda, adu domba menimbulkan rasisme dan kisruh yang tidak berkesudahan.

Yang jelas isu SARA dibuat oleh aktor politisi busuk yang tanpa fakta dasar dan bukti kongkrit yang benar, sehingga yang membuat dan menyebarkan isu SARA adalah pihak-pihak yang tidak bisa mempertanggung jawabkan atas isi-isinya.

Isi yang ada di dalam Isu SARA itu bukan permasalahan yang sebenarnya, permasalahan sebenarnya justru tidak ada di dalam isinya isu SARA.Tujuan dibuat dan disebarkannya  isu SARA tidak lain hanya bertujuan untuk pembodohan.

Ada lagi contoh isu SARA yang sebutkan, seperti ada isu berita tanpa penulis yang jelas siapa penanggung jawabnya, hanya berjudul copas yang isinya saya katakan itu isu SARA.

Kalimatnya begini “WASPADA: CINAISASI DARI SABANG SAMPAI MERAUKE.

WASPADA….!!!  

Penjajahan Kultural…!!!

Sekarang lagi ngetrend pemerintah Tiongkok dan WNI keturunan China membangun simbol-simbol Thiongkok di Indonesia, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. 

Bangunan arsitektur Thiongkok di Indonesia dibangun sebagai simbol penguasaan China atas NKRI, pencaplokan kultural secara sistematis dan masif..

Maaf coba kita berpikir dengan cerdas ya, siapa penulisnya? Apa bukti kongritnya ? Dan apa iya jaman yang serba canggih ini masih menggunakan cara jaman bahela atau jadul.

Apakah iya dengan membangun patung-patung dan simbol negara yang jelas-jelas benda mati untuk berencana menjajah sebuah negara? Ini jelas sugesti yang sangat konyol.

Mengapa saya katakan itu semua sugesti yang sangat konyol ? karena jaman sekarang kekuatan negara itu terutama di lihat dari kekuatan perekenomiannya, kekuatan pertahanan militer serta kecanggihan perlengkapan militer nya, seperti : Senjata-senjata perang yang canggih – canggih, Nuklir, Rudal, jet tempur, satelit – satelit yang memadai dan lain sebagainya.

Tentu bukan patung – patung dan simbol – simbol negara yang jelas – jelas benda mati, Jadi sekali lagi saya katakan itu lah bentuk isu SARA.

Saran dari saya Ayohhh mari saudara – saudara semuanya yang sebangsa dan setanah air, kita terus bergotong royong, dari Sabang sampai Merauke, kita harus rapatkan barisan untuk menanamkan persatuan dan kesatuan yang kuat, sesuai dengan asas Pancasila yang merupakan dasar negara kesatuan republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda – beda tetapi satu juga.

Yang salah tetap salah, yang benar tetap benar, siapa pun dia, apa pun agamanya, apa pun suku dan rasnya, kita tidak boleh adanya pilih kasih, sekaligus itu keluarga kita ataupun anak istri kita, kalau salah ya tetap salah.

Sebagai insan yang berharga, sesama manusia yang sama – sama diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, kita harus selalu membela kebenaran dan keadilan.

Saran tegas dari saya, solusi untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi maju dan makmur, kemudian akan disegani belahan dunia, kita harus menargetkan satu point paling penting yaitu memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme sampai ke akar – akarnya, ini penyakit utama sejak jaman Orba sampai dengan detik ini.

Para koruptor dan atau para tokoh KKN adalah para maling dan mafia yang telah menjajah bangsa dan negara tanpa keluar darah, Namun jika dibiarkan terus menerus negara akan hancur lebur, rakyat miskin akan mati berdiri.

Satu – satunya cara harus adanya pidana hukuman mati untuk para koruptor dan segera terapkan sistem keuangan online secara keseluruhan antara kantor pajak atau badan negara dengan semua bank yang ada di dalam negeri.

Dan juga terus membangun sistem -sistem baru yang pada pokoknya untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi maju dan makmur, kemudian harus hilangkan semua sistem dan sisi yang sekiranya merugikan atau melemahkan bangsa dan negara.

Untuk pihak asing atau swasta yang masih terus mengeruk isi bumi atau sumber kekayaan alam kita itu harus di perbaiki setegas – tegasnya agar sesuai dengan pasal 33 UUD 1945.

Khusus isu SARA yang dibuat dan disebarkan tidak menutup kemungkinan yang saya duga pihak asing busuk yang membuatnya dan kaki tangan aktor politisi busuk yang ikut menyebarkannya. Untuk itu kita harus waspada dan secerdas-ceedasnya untuk ikut menyebarkan setiap berita yang kita terima.

Mr.Kan Pengamat Politik Dan Hukum.

LEAVE A REPLY