SHARE

Jakarta, Nusantara Pos- Pertama dalam 10 tahun terakhir, Konferensi Industri Semen Internasional akan diadakan di Jakarta pada 11-13 September mendatang di Hotel Fairmont, Jakarta.

Sebanyak 250 senior eksekutif dari industri semen 35 negara akan hadir serta membuka kerjasama bisnis dan peluang pasar. Acara ini diselenggarakan oleh Intercem Asia, The Jakarta Advisory Group (TJAG) dan Asosiasi Semen Indonesia (ASI).

“Seminar ini tujuannya untuk menggalakkan ekspor, ada pedagang dari luar negeri,” kata Widodo Santoso selaku Ketua ASI saat jumpa pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Selain itu, konferensi ini juga bertujuan menunjukkan kualitas Indonesia sebagai negara penghasil semen terbesar di dunia.

“Acara ini akan memberi kesempatan bagi peserta untuk memahami bagaimana harapannya berbisnis di salah satu ekonomi terbesar di Asia. Kami berharap peserta terkejut dan mengapresiasi perkembangan dan kedinamisan bisnis di Indonesia khususnya Jakarta,” jelas Francisco Noriega, Managing Partner di TJAG.

Industri semen saat ini mengalami masa perubahan penting karena Pemerintah mengumumkan rencana ambisius untuk mempercepat belanja infrastruktur, terutama di jalan raya dan pelabuhan.

“Oleh karena itu, inilah waktu yang tepat untuk bertemu dan mendiskusikan perubahan-perubahan ini bagi industri dan negara,” terang Malcolm Shelbourne, CEO Intercem.

Selain itu, isu-isu yang akan dibahas selama konferensi, antara lain prospek dan gambaran geopolitik regional, permintaan semen secara internasional dan regional serta perkembangan pasar utama, termasuk China, Vietnam, Bangladesh dan Australia. (ARS)

LEAVE A REPLY