SHARE

JAKARTA – Aparat pemerintah terutama di jajaran Kementerian Dalam Negeri mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi khususnya untuk pengumpulan dan pengolahan data dan mengintegrasikan daerah yang cakupannya begitu luas di seluruh Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Politik  Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Dr Bachtiar M.Si dalam “Bimtek Aplikasi Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Politik dalam Negeri yang Dinamis Seluruh Indonesia” yang diselenggarakan Direktorat Politik dalam Negeri  Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Rabu (13/9) di Hotel Losaro Roxy, Jakarta Pusat.

Menurut Bachtiar, wilayah Indonesia begitu besar dan luas. Jumlah kabupaten/kota saja lebih banyak dari jumlah hari-hari dalam setahun. Seandainya kita punya waktu untuk berkeliling ke semua daerah tersebut, dalam satu tahun tidak bisa terjangkau semua.

Oleh karena itu, penggunaan teknologi adalah kunci untuk menjangkau dan mengintegrasikan semua daerah. “Kita tidak bisa mengelola organisasi pemerintah dengan cara ‘jahiliah’ lagi. Kita harus punya sistem data yang bisa diakses secara cepat dan mudah”, ujarnya.

Bachtiar juga menambahkan, masyarakat kini sudah berubah. Generasi mendatang terutama generaI Y dan generasi Z sudah tidak bisa dilayani dengan pola pola lama. “Teknologi adalah satu satunya cara untuk mengintegrasikan daerah dan alat aparat pemerintah untuk meningkatkan pelayanan.

Dikatakan, penguasaan data dan informasi sangat penting sebagai alat pengambilan keputusan. “Saya meminta jajaran Direktorat Poltik Dalam Negeri untuk terus memperdalam kemampuan teknologi agar bisa melayani masyarakat dengan baik. (Toha/ foto: Enhar)

LEAVE A REPLY