SHARE

by.
Asmawan Patrick
27-09-2017

Saya merenung dan gelisah pagi ini.

Saya berfikir tentang Kebudayaan Indonesia, terbayang di Burung Garuda Pancasila. yang di dadanya ada 5 Simbol. tapi ada 6 jenis gambar yg kelima 2 gambar dijadikan satu simbol “Padi dan Kapas”

Itu yang digali oleh Founding Fathers. Bapak Pelopor Bangsa, berbeda beda suku, agama jadi satu Bangsa Indonesia.

Perubahan demi perubahan ini malah kita semakin harus menyadari…

Koq jadi begini, Koran berbahasa China dengan Abjad China terbit di Negara ini..tentu konsumennya juga orang-orang China.

Juga artikel artikel berbahasa Arab, yang mengantarkan ajaran Agama Islam dan Pengetahuan tentang Islam…bertuliskan Abjad Arab.

Dengan adanya Kemerdekaan Indonesia seharusnya semua yang bersumber dari Penjajah harus sudah di Nasionalisasi sampai Pertanahan seluruhnya dikuasai Negara di Amankan oleh Pemerintah, TNI dan Polri harusnya mengamankan Kekuasaan Politik atas Kekuasaan Negara.

Tapi arah taufik bahasan Masalah Nasionalisme Indonesia.

Kita punya Identitas Kebangsaan Abjad Aji Soko Jawa.
dan memiliki Keilmuan Sastra Jawa, Sunda, Bali, Sulawesi.
Bahasa daerah kita diperkirakan ada 700 bahasa daerah.

Sangat Ironis Bangsa Asing datang di Indonesia membawa Budayanya Abjad China dan Abjad Arab…, sedangkan Abjad Peninggalan Nenek Moyang kita sudah luntur..
Bahkan Siaran TV berbahasa Mandarin pada Metro TV. siaran berita berbahasa China.

Pertanyaan saya, inikah hasil Kemerdekaan Kita ????

Orang orang Jawa, Orang orang Etnis Sunda, dan lain-lain.
Mayoritas juga sudah menjadi orang orang Intelek. Bahasa bahasa Akademis kalau belum menyebutkan English, Spain, Dutch language belum afdol.
Masih dianggap POKROL., dengan perkembangan teknologi Media komunikasi semua hampir semua lapisan masyarakat
sdh sama dalam berkomunikasi.
itu dari sisi perkembangan positif Pendidikan Masyarakat non formal.

TIDAK MENYALAHKAN TETAPI SEBAGAI KRITIK

MENTERI PENDIDIKAN DARI JAMAN SUKARNO SAMPAI SEKARANG APA MENGANGGAP TIDAK PENTING BUDAYA KOMUNIKASI ORIGIN dalam bahasa Inggrisnya.

Originalitas Kebangsaan Kitansaat ini tertutup oleh Bangsa Pendatang.
DAN ITU MEMANG MAUNYA BANGSA PENDATANG ITU UNTUK MENGANEKSASI KEBANGSAAN KITA.

LAMBAT LAUN KITA PRIBUMI JIKA TIDAK MEREKONSTRUKSI KEBUDAYAAN SENDIRI…NISCAYA BISA LEBIH DARI ETNIS ROHINGYA.

Maaf Pancasila, Maaf Ibu Partiwiku,

Aku INGIN TETAP MENJADI BANGSA INDONESIA
AKU TETAP SETIA KEPADAMU WAHAI PANCASILA

LEAVE A REPLY