SHARE

Karawang, NusantaraPos- Kebutuhan sarjana di bidang ilmu terapan yang tinggi di Indonesia belum mampu diimbangi oleh kapasitas perguruan tinggi untuk memenuhinya.

“Sehingga kami berani menyatakan bahwasanya keputusan orang tua yang mengirim anak-anaknya menimba ilmu di Institut Teknologi dan Sains Bandung adalah sebuah investasi bernilai,” ujar Ketua Badan Pengawas ITSB, G. Sulistiyanto saat Sidang Senat Terbuka, Wisuda dan Penerimaan Mahasiswa Baru ITSB di Karawang, Jawa Barat seperti dikutip Press Relese yang diterima Nusantara Pos, Sabtu (30/9/2017).

Pemerintah di pengujung 2016 melansir data jika kebutuhan sarjana baik strata 1 maupun diploma dari 15 program studi teknik Indonesia mencapai lebih dari 231 ribu orang per tahun, sementara kemampuan perguruan tinggi meluluskan para sarjana dengan kualifikasi tadi, kurang dari 23 ribu orang per tahun.

Namun ITSB yang hadir sebagai buah sinergi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Institut Teknologi Bandung, serta Sinar Mas, ingin menjadi pembeda dengan mengembangkan budaya riset lintas disiplin, dimana lingkungan pendidikan, bergera bersama sektor industri dan pemerintah, “Guna menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi pada industrialisasi di Indonesia, namun bukan sekadar industrialisasi, tapi juga berwawasan lingkungan, atau eco-technopreneur,” kata Rektor ITSB, Ari Darmawan Pasek di sela mendampingi Rektor ITB, Kadarsah Suryadi serta Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan ITSB, Djoko Santoso.

Senada dengan Rektor, Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan, “Kami berupaya agar civitas academica ITSB mampu menjadi agen perubahan, yang cekat berkontribusi pada industrialisasi nasional, utamanya di Kabupaten Bekasi, yang merupakan sentra industri terbesar di Indonesia.

Menurut Menteri Perindustrian periode 2014 hingga 2016 ini, Sinar Mas melalui Eka Tjipta Foundation misalnya, memfasilitasi beasiswa bagi para mahasiswa, “Untuk memperkuat sosok ITSB sebagai perguruan tinggi vokasi, Sinar Mas juga memberikan dukungan dalam pengembangan dan pembenahan infrastruktur pendidikan serta kurikulum, termasuk pula dalam peningkatan akreditasi setiap program studi yang ada.”

Berada di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, perguruan tinggi bervisi Eco-Industry Oriented ini meluluskan 108 wisudawan hari ini. Status ITSB sebagai Feeder University ITB, tahun ini membuat Siti Paizah, mahasiswi Teknik Perminyakan angkatan 2015, yang memenuhi seluruh syarat akademik yang berlaku, berhak menjadi mahasiswa transfer ke ITB, melanjutkan kuliahnya di sana dan nantinya lulus sebagai alumni ITB.

Rektor berpesan, ITSB dan lulusannya juga harus bijak sekaligus taktis menyikapi kemajuan teknologi yang menyebabkan berkurangnya peran manusia. “Kompetensi yang dituntut dari tenaga kerja berubah, lulusan perguruan tinggi harus siap menghadapi masalah kompleks yang solusinya tidak linier. Untuk dapat mengatasi hal ini mahasiswa haruslah memiliki kreativitas, pemikiran yang kritis yang didukung oleh keteguhan pikiran, semangat tak terkalahkan, keberanian pantang menyerah, dan ketabahan, ujar Ari. (*)

LEAVE A REPLY