SHARE

Jakarta, Nusantara Pos- Kemenristekdikti RI serta Kementerian Pendidikan dan Riset Swedia hari ini mengadakan nota kesepahaman (MoU) mengenai pendidikan tinggi di Indonesia.

Hadir dalam MoU tersebut Menristekdikti Muhammad Nasir dan Menteri Pendidikan dan Riset Kerajaan Swedia Helene Hellmark Knutsson.

“Dalam MoU pagi ini bersama Menteri Pendidikan dan Riset dari Swedia terkait dengan pendidikan tinggi di Indonesia. Ini sangat baik dan mendukung kerjasama ini untuk meningkatkan pendidikan tinggi di Indonesia,” kata M Nasir yang ditemui Nusantara Pos di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

“Manfaatnya yang diperoleh transfer teknologi. Bagaimana mengadopsi teknologi ke Indonesia. Manfaatnya bagi Swedia, mereka punya teknologi bagaimana mengimplementasikannya ke dunia, termasuk ke Indonesia ini,” jelasnya.

Bentuk kerjasama yang disepakati antara lain riset ilmiah serta program dan proyek inovatif, peningkatan kerjasama dosen serta kolaborasi antara organisasi riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

“Dalam MoU ini fokus yang paling utama melakukan seminar oleh Swedia di UGM. Kedua membahas teknis bagaimana mengembangkan triple helix di ITB. Ketiga, bagaimana mengembangkan kopi dan kakao di Jember,” tandasnya.

Dengan kerjasama ini, M Nasir berharap, ke depannya universitas di Indonesia bisa segera masuk ke dalam rangking 500 besar dunia. (ARS)

LEAVE A REPLY