SHARE

Jakarta, NusantaraPos- Yayasan Puteri Indonesia kembali mengirimkan perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di ajang Miss International 2017 yaitu Kevin Lilliana, Runner Up 1 Puteri Indonesia 2017.

Mahasiswa desain interior ini akan bersaing dengan 65 finalis negara lain dalam karantina Miss International yang akan berlangsung mulai tanggal 25 Oktober mendatang di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang. Sementara malam Grand final Miss International akan digelar pada 14 November 2017.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardhani mengatakan, ajang Miss International mempunyai misi untuk memperkenalkan budaya serta pariwisata Indonesia ke mata  dunia.

“Yang ditekankan di Miss International ini memang kebudayaannya. Ini memang kesempatan besar untuk Indonesia, yang kebetulan wisatawannya banyak dari Jepang. Ajang seperti ini memperkenalkan negara kita, seperti apa profilenya, daya tariknya,” ujar Putri Kus Wisnu Wardhani saat jumpa pers di Menteng, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

“Saya berharap Kevin bisa meraih hasil terbaik di ajang Miss International 2017, terlebih tahun lalu kita meraih gelar pemenang Runner Up Miss International 2016 dan Miss Best Dresser Miss International 2016. Tentu hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Kevin dan Indonesia dalam berkompetisi,” jelasnya.

Kevin sendiri juga telah melakukan serangkaian persiapan untuk mengikuti kontes kecantikan paling tertua di dunia ini.

“Sejak awal terpilih menjadi Runner Up 1 Puteri Indonesia 2017 saya sudah melatih untuk melakukan persiapan yaitu dengan melakukan perawatan kecantikan luar dan dalam di Taman Sari Royal Heritage Spa, belajar merias wajah dan rambut sendiri yang langsung diajarkan oleh Tim Make Up Artist dari Moor’s Professional Make Up Mustika Ratu,” ungkap gadis kelahiran Bandung 5 Januari 1996 itu.

  1. Nantinya, Kevin akan memakai baju rancangan Ivan Gunawan dan Didiet Maulana saat malam grand final Miss International 2017. Keikutsertaan Kevin dalam ajang ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (ARS)

LEAVE A REPLY