SHARE

Sulawesi, Nusantarapos- 10 November yang bertepatan dengan peringatan “Hari Pahlawan” bagi bangsa indonesia nampaknya menjadi moment yang tak bisa dilupakan oleh seorang bapak paru baya bernama Hasman Lespito (52 tahun). Selama 30 tahun lebih mengembara hidup sebatang kara dan berkelana dari kota satu ke kota yang lain, Hasman akhirnya dipertemukan dengan keluarganya di Kab.Banggai (Sulawesi Tengah).

Adalah berkat kemuliaan hati serta inisiatif kuat seorang pemuda asal Kelurahan Wapunto ,Kec.Duruka Kab.Muna (Sulawesi Tenggara) yang bernama Mirlan Ira (25 Tahun) . Berawal dari rasa simpati akan kondisi hidup yang dialami bapak Hasman yang hidup sebatang kara di Kab.Muna tak punya keluarga sama sekali, Mirlan akhirnya berinisiatif membantu bapak paru baya tersebut untuk menemukan keluarganya.

Dihubungi oleh awak media nusantar.pos Mirlan menceritakan kisah haru dan perjalanan Pak Mahdar sampai akhirnya mempertemukan Pak Mahdar dan Keluarganya di Kab. Banggai melalui media sosial Facebook.
“Awalnya saya prihatin dan merasa simpatik dengan kondisi Pak Hasman, beliau hidup seorang diri tak punya keluarga sama sekali di Raha sini. Waktu itu saya sempat tanya-tanya dia ,sy tanya apakah dia masih punya keluarga, ternyata dia masih punya keluarga tapi dia ini tidak ingat lagi bahkan nama orang tuanya dia tidak tahu sama sekali, hanya memang nama Famnya atau marganya dia ingat. Nah melalui famnya yang bernama ‘Madasia’ inilah saya coba telusuri ” ungkap Mirlan.

Diceriakan oleh Mirlan ,Pak Hasman memang sempat menikah namun istrinya meninggal dan dia tidak punya anak sama sekali. Sehingga pada akhirnya Mirlan memulai inisiatifnya untuk mencari keluarganya melalui akun media sosial FB.

“Waktu itu saya sempat kesulitan karena bapak ini tidak punya KTP sama sekali, sy coba cari di Internet Fam Madusila ini , sempat saya dapat beberapa orang yang punya nama Madasia ini tapi tidak bisa dihubungi kontaknya. Akhirnya saya coba cari melaui akun FB” tambahnya.

Melalui pencarian akun Facebook inilah Mirlan awal mula menemukan titik terang akan keberadaan keluarga Pak Hasman. Dengan menggunakan nama Fam/Marga “Madasia” sebagai petunjuk, Mirlan kemudian mensearch dan menemukan 4 akun yang bernama Madasia dimana satu diantaranya adalah keluarganya. “Saya masuk dipencarian akun FB ,terus saya dapat 4 akun kemudian saya inbox satu-satu. 3 orang merespon namun mengaku tidak punya kelurga atas nama madasia. Dan satu akun yang bernama Suriyati Madasia inilah yang merespon” imbuh Mirlan.

Setelah mendapatkan respon dari akun Suriyati Madasia akhirnya Mirlan terus berkomunikasi secara intens dengan pihak keluarga Madasia melalui via telpon. Dan akhirnya upaya yang dilakukan berminggu-minggu menemui titik terang. Ternyata akun Suriyati Madasia yang di Inbox Mirlan ini tidak lain adalah anak keponakannya Pak Hasman.
Mirlan menghubungkan Pak Hasman dengan Ayah Suriyati bernama Pak Mahdar (Keponkan Pak Hasman) via telpon.
“Waktu mereka baku bicara ditelpon memang sempat ada keraguan dari Pak Mahdar karena Pak Hasman ini tidak ingatmeh nama orang tuanya. Akhirnya dia sebut saja nama neneknya “Madasia” dan menyebut juga nama teman -teman bermainya sejak masih muda”. Sambungnya.

Sempat beberapa hari putus telpon, namun akhirnya kemarin (Kamis 9 Nov 2017) pihak keluarga melalui Pak Mahdar kembali menghubungi Pak Hasman dan mengakui bahwa Pak Hasman adalah salah satu keluarga mereka yang hilang 30 tahun yang lalu. Perkiraan Pak Mahdar dan seluruh keluarganya yang bermukim di Banggai (Sulawesi Tengah) adalah Pak Hasman sudah lama meninggal ,ternyata masih hidup.

Pak Mahdar dan seluruh keluarga Pak Hasman di Banggai mengucapkan rasa terimah kasih sebesar-besarnya kepada Mirlan atas jasa budinya karena telah mempertemukan mereka dengan Pak Hasman.

Sore tadi (Kamis 10/11/17) sekitar pukul 16.00 Wita Pak Mahdar diantar oleh Pihak Keluarga Mirlan ke Pelabuhan Nusantara Raha untuk berangkat menuju banggai menggunakan Kapal KM.Tiodora rute Raha-Banggai. Mirlan mengaku Sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga Pak Hasman serta awak kapal KM. Tiodora untuk mempertemukan Pak Hasman dengan Pihak keluarga dibanggai, dan pihak kelurga sudah mengambil nomor telpon seluler Pak Hasman dan akan menjemputnya di dermaga Banggai Sulawesi Tengah.

Reporter : Jusni Labora

LEAVE A REPLY