SHARE
Fadjar Sumping, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan/ Foto: Humas Kementan

Jakarta, NusantaraPos- Dalam rangka meningkatkan perekonomian negara,  maka pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditi strategis. Untuk itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan status kesehatan hewan dengan program pengendalian penyakit, terutama penyakit Avian Influenza (AI) di Indonesia.
Hal ini mengingat dalam eksportasi produk peternakan, aspek status kesehatan hewan menjadi persyaratan utama, serta menjadi salah satu daya saing dalam perdagangan internasional.
“Oleh karena itu, dalam rangka program pengendalian penyakit Avian Influenza (AI) di Indonesia, maka Ditjen PKH Kementan mengambil langkah kebijakan dengan melakukan pembebasan melalui kompartemen, zona, pulau atau provinsi”, kata Fadjar Sumping selaku Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH di Jakarta, Senin (13/11/2017) seperti dikutip rilis yang diterima Nusantara Pos.
Menurutnya, saat ini Pemerintah telah mengeluarkan sebanyak 55 sertifikat kompartemen bebas AI untuk Breeding Farm aktif.
“Kini menyusul satu langkah maju kembali dicapai di bidang kesehatan hewan dan usaha perunggasan nasional, dengan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian RI No. 600/Kpts/PK320/9/2017 tentang Provinsi Papua sebagai Zona Wilayah Bebas Penyakit AI pada unggas”, ujar Fadjar Sumping.

 

Menurutnya, hal tersebut merupakan puncak kerja keras dan pencapaian yang luar biasa dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota se Papua, serta Balai Besar Veteriner Maros (BBVet) Maros selaku Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian di wilayah timur Indonesia.
“Sebagai provinsi yang berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG), maka mulai saat ini dari provinsi Papua terbuka luas untuk mengekspor unggas dan produk unggasnya ke Negara tetangga tersebut. Hal tersebut, tentunya setelah dilakukan harmonisasi persyaratan Sanitary dengan Otoritas Veteriner PNG”, terangnya.
“Disamping itu, ada satu hal strategis lainnya dari dampak positif capaian status Bebas AI di Provinsi Papua, yakni turut berkontribusi menjaga kelestarian dan keamanan hayati melalui upaya mencegah dan meminimalisir risiko terjangkitnya penyakit AI terhadap populasi Burung Cenderawasih, yang merupakan kekayaan fauna asli Papua yang merupakan kebanggaan Indonesia”, tutupnya. (Humas Kementan)

LEAVE A REPLY