SHARE

Cilacap, NusantaraPos- Tanggul terancam erosi Sungai Bodo wilayah dusun Simerak, desa Jetis, Kecamatan Nusawungu.
Jarak pinggir sungai yang longsor berjarak sekitar satu hingga lima meter. Jika tidak cepat ditangani, diprediksi jika terjadi luapan sungai Bodo besar, dipastikan tanggul tersebut semakin melebar ambruk ke dalam sungai.

Bersama warga RT. 02 RW. 04 Dusun Simerak, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, personel Koramil 05/Nusawungu lakukan kerja bhakti memasang pancang cor menggunakan pipa paralon guna menahan abrasi bibir sungai Bodo yang semakin mengikis daratan pekarangan warga Dusun Simerak, desa Jetis.
Babinsa Desa Jetis Serda Supriyanto beserta Anggota Koramil lainnya dan warga setempat segera lakukan langkah antisipasi dengan kerja bhakti di sepanjang bantaran sungai Bodo.

Danramil 05/Nusawungu, Kodim 0703/Cilacap, Kapten Arm. Suroto kepada Pendim 0703/Cilacap, Senin (13/11/2017) mengatakan, kondisi abrasi sungai Bodo Jetis sudah berlangsung selama musim hujan turun namun yang parah tahun terakhir ini, saat terjadi luapan air sungai Bodo, sebagian besar pekarangan pinggir sungai tersebut tergerus arus sungai.

Jika tidak cepat dilakukan pemancangan, sekali lagi tanggul Sungai Bodo dan daratan pekarangan warga terus terjadi, dipastikan beberapa titik tanggul akan ambruk ke dalam sungai, bahkan tidak tertutup kemungkinan daratan pekarangan, lahan sawah juga ambruk.” Terangnya.

“Selain tanggul dan pekarangan warga, berisi tanaman dipastikan juga akan terkena dampak erosi sungai Bodo tersebut,” ujarnya.
Pihaknya sudah melapor kepada pemerintah Kecamatan Nusawungu, agar erosi ini segera dapat ditangani karena kondisinya sangat darurat.
“Kalau memungkinkan, agar segera dapat di bangun beronjong penahan ambruknya pinggir sungai tersebut.” Tandas Danramil. (Sty)

LEAVE A REPLY