Halaman Monumen Jendral Soedirman Pakis Dihiasi Kethek Ogleng

oleh

Pacitan – Ragam Seni dan Budaya di Indonesia yang sangat menarik dan perlu di lestarikan, Khususnya di Kabupaten Pacitan yang selain memiliki Wisata yang mendunia juga Kota yang berjulukan 1001 Goa memiliki Kesenian tradisional seperti yang berada di Desa Tokawi Kecamatan Nawangan.

Sanggar Condro Wanoro yang memiliki Seni tari Kethek Ogleng yang memasuki usianya yang ke 55 tahun mengharapkan bisa tetap menjadi Sanggar yang melestarikan budaya tradisioanal yang mulai terkikis dengan budaya luar.

Menurut Ketua Sanggar Condro Wanoro Sukisno mengharapkan Kesenian tari Kethek ogleng ini menjadi salah satu seni budaya asli Indonesia. Dan mari kita sama-sama melestarikannya agar anak cucu kelak masih bisa merasakan dan menikmati kebudayaan sendiri.

“Harapan kami, semoga setelah ini masyarakat pacitan khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya lebih memahami tentang seni Kethek Ogleng,serta melestarikannya”ucapnya di sela-sela acara Peringatan ke 55 Tahun Sanggar Condro Wanoro di Halaman monumen Jendral Soedirman Kecamatan Nawangan, Minggu (19/11).

Dia mengungkapkan kebahagiannya setelah sejak 55 tahun berdiri, Kethek Ogleng dapat menampilkan tari kolosal yang diikuti sebanyak 125 penari. Para penari tersebut adalah para siswa dari sekolah yang ada di Kecamatan Nawangan.
“Rencana dan kami siapkan 150 penari, tapi hanya bisa temukan kostum Ogleng 75 dan pemeran lainya 50, sehingga jumlah semua 125 penari. Dan alhamdulillah kami mendapat kejutan bantuan seragam dari Pemda total 40 beserta dan sound system,”jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menantu pendiri Kethek Ogleng tersebut mengatakan bahwa dirinya bersyukur dan berbahagia ats dua hal, yakni suksesnya tari kolosal dan apresiasi yang baik dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

“Menurut saya ini suatu anugrah dari Alloh SWT mengabulkan dan meridhoi perjuangan pelestarian budaya lokal yang bermartabat dan bermanfaat, bantuan dari Pemkab tadi langsung di serah terimakan seusai Bapak Bupati sampaikan ucapan selamat ulang tahun seni Kethek Ogleng ke 55 dan 5 tahun sanggar Condro Wanoro juga sambutan apresiasi,”jelas Sukisno.

Selanjutnya beliau meminta kepada jajaran pemerintah wilayah kecamatan Nawangan agar momen ini di jadikan kegiatan rutin tahunan dan lebih dikemas secara positif sehingga bisa mengundang Bupati tetangga untuk hadir menyaksikan Kesenian Kethek Ogleng tersebut.

Secara terpisah Bupati Pacitan Indartato mengatakan bahwa pementasan tari yang satu ini menjadi agenda tetap setiap tahun. Dia berharap, tentunya dengan lebih meriah bertepatan dengan hari ulang tahun sanggar. Tidak hanya melibatkan warga lokal. Namun juga wilayah-wilayah sekitar Kabupaten Pacitan.

“Tari Kethek Ogleng merupakan seni budaya asli Pacitan, masyarakat Pacitan harus punya rasa memimiliki, harus kita jaga dan lestarikan, Pemerintah daerah akan berupaya sebisa mungkin membantu untuk mendukungnya menjadi salah satu even wisata budaya,” ujarnya seperti di lansir dari laman Humas Pemkab.

Ratusan penari Kethek Ogleng menggelar pertunjukan kolosal dalam rangkaian peringatan 55 tahun tari Kethek Ogleng. Ini merupakan kali pertama tarian asli dari Desa Tokawi dipertunjukkan secara kolosal.

Ratusan penari yang merupakan para pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Nawangan tersebut menunjukkan atraksi yang memukai para pengunjung di Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman, Bukit Gandrung, Desa Pakisbaru, kecamatan Nawangan.

Ditengah cuaca yang sejuk, para kethek ogleng nampak lincah dan terlihat lucu saat memainkan atraksi, dari yang jalan, atraksi koprol hingga membentu koreografi. Sementara pemeran Roro Tompe juga tak kalah menarik dan menawan saat menampilkan atraksinya. (tyo)