303 Jiwa Warga Desa Mangunharjo Pacitan Dievakuasi Lantaran Tanah Retak

oleh

Pacitan – Bencana Alam Masih menghantui warga Pacitan khususnya yang bermukim di wilayah Perbukitan, Karena Mayoritas secara Geografis Kabupaten Pacitan 70 Persen adalah pegunungan dan perbukitan serta memiliki kultur tanah yang mudah longsor jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Seperti Halnya yang terjadi di Dusun Tegal Desa Mangunharjo Kecamatan Pacitan, Sebanyak 303 warga dari 105 kepala keluarga Harus di evakuasi karena terdapat ancaman tanah longsor dengan adanya retakan tanah yang selebar dua meter di kawasan tersebut, Minggu (10/12).

Informasi dari tim Rescue RAPI Pacitan DH Handi di callsign JZ13UMS, pergeseran tanah tebing mencapai kedalaman dua meter yang memanjang di atas permukiman penduduk di Dusun Tegal Rt 3 Rw VI, Desa Mangunharjo.

Akibatnya, hampir seluruh warga yang berada di area rawan terdampak harus dievakuasi untuk menghindari bencana tanah longsor yang bisa menyebabkan korban jiwa.

“Malam ini proses evakuasi sedang dilakukan,” kata Handi.

Menurut Handi, proses evakuasi sempat berjalan alot karena sebagian warga masih ingin bertahan kendati rekahan tanah tebing dalam dan melebar.

Pada sekitar pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi yang sudah berada di lokasi penampungan sementara baru 45 orang. Namun jumlah warga yang mengungsi terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan tim SAR gabungan setempat dibantu relawan dan warga hingga larut malam.

“Lokasi atau medan yang cukup berat serta cuaca menjadi kendala dalam upaya evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan serta relawan,” kata Handi.

Retakan tanah di lereng tebing desa mereka sudah terdeteksi sejak sepekan terakhir, tepatnya sejak peristiwa banjir bandang dan tanah longsor melanda sporadis sebagian besar wilayah Kabupaten Pacitan. Namun retakan tanah saat itu belum seberapa, lalu mulai kian parah hingga pergeseran tanah mencapai kedalaman satu meter.

Perangkat Desa Mangunharjo bersama anggota babinsa dan babinkamtibmas rutin melakukan pemantauan, hingga terakhir diketahui hari ini kondisi retakan semakin parah dengan kedalaman mencapai dua meter yang memanjang, dipicu hujan deras sehari sebelumnya.

Menurut Dandim 0801 Pacitan Letkol Kav Aristoteles Nusa Lawitang setelah mendapat laporan dari Danramil 0801/03 Arjosari Menjelaskan, Pada Minggu sore terjadi retakan tanah di wilayah tersebut akibat hujan yang mengguyur kawasan yang terdapat dua Rukun Tetangga (RT), sehingga menimbulkan retakan mencapai satu meter.

Karena intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga retakan bertambah menjadi dua meter, Melihat semakin lebarnya retakan sehingga sebanyak 105 KK warga dari Rt 1,2 dan 3 di Rw VI dari total 303 warga Dusun Tegal segera di evakuasi menuju tempat yang aman.

“Sekitar pukul 18.30 WIB, Forkopimcam Arjosari bersama aparat Desa mengambil tindakan untuk mengevakuasi warga menuju tempat pengungsian yang sudah disiapkan yakni di Balai Dusun Tegal Desa Mangunharjo, Pondok Roudhoh Al Hikam Desa Mangunharjo dan Kantor Pemerintah Desa Mangunharjo,”jelasnya.

Lebih lanjut di jelaskan rumah warga yang dimungkinkan berpotensi terkena dampak bencana alam tanah longsor sejumlah berjumlah 105 KK dengan jumlah total warga 303 jiwa.

“Rinciannya untuk warga Rt/Rw 1/VI Dusun Tegal jumlah warga 107 jiwa atau 32 KK, Rt/Rw 2/VI jumlah warga 78 jiwa dari 27 KK, kemudian dua lokasi perkampungan di Rt/Rw 3/VI Dusun Tegal sejumlah 118 jiwa dari 43 KK,”ujarnya lagi.

Pada minggu sore, sekitar pukul 18.45 sampai pukul 21.00 WIB beberapa warga Dusun Tegal sudah diungsikan di tiga titik tersebut Oleh Tim SAR gabungan serta Relawan.

“Forkompimcam Arjosari, BPBD Pacitan, SAR Linmas Satpol-PP, relawan dan dibantu perangkat Desa Mangunharjo mengevakuasi warga agar segera meninggalkan rumah untuk menuju ke tempat pengungsian yang lebih aman,”paparnya.

Selain itu juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendekat pada lokasi keretakan tanah.

”Rencana SKTD Penanganan Bencana Alam dibantu Perangkat Desa setempat Senin (11/12) pagi ini melaksanakan evakuasi terhadap sisa warga yang belum mengungsi,”pungkasnya.

Hingga berita ini di tulis belum ada laporan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.(tyo)