400 Pekerja Outsourcing di PHK Massal oleh JICT

by

NusantaraPos- Desember ini, sebanyak 400 orang pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) di PHK secara massal. Direksi JICT melakukan tender pemborongan pekerjaan outsourcing, salah satunya untuk penyediaan operator derek lapangan (RTGC).

Tender ini dipertanyakan mengingat adanya permintaan manajemen JICT kepada vendor baru untuk tidak menggunakan ratusan operator eksisting yang telah bekerja di JICT bertahun-tahun.

Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia II (SPPI) Nofal Hayin sangat menyayangkan PHK sepihak dari JICT. Jika dibiarkan, lanjutnya, bisa berakibat buruk bagi kelangsungan pekerja lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok.

“SPPI II sangat khawatir jika PHK massal ini bisa berjalan mulus, bakal merembet ke pelabuhan Tanjung Priok. Dimana beberapa anak perusahaan Pelindo 2 ada hampir 2000 orang yang dipekerjakan disana,” ujar Nofal saat jumpa pers di Warung Kepo, Jakarta Utara, Selasa (26/12/2017).

Menindaklanjuti masalah ini, SPPI II akan mengambil langkah hukum serta menuntut digantinya seluruh Direksi Pelindo 2.

“SPPI II mengambil sikap mengutuk kebijakan JICT yang kami anggap tidak berperi-kemanusiaan. Kami akan segera bersurat kepada manajemen Pelindo 2 untuk mengambil langkah tegas mengganti seluruh Direksi JICT,” ungkapnya.

Selain itu, dengan masa kerja yang cukup lama, mereka juga menuntut statusnya agar dinaikan menjadi karyawan tetap. Mereka juga berharap penghapusan sistem outsourcing, terutama di lingkup kerja pelabuhan Tanjung Priok.

Bahkan, Pelaksana tugas Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia ( FPPI ) Nova Sofyan Hakim mendukung penuh agar ratusan pekerja outsourcing JICT tetap terus bekerja.

“FPPI mendukung penuh agar pekerja tetap bekerja. Jangan sampai rumah tangganya ada yang terlantar. FPPI yang membawahi 5000 buruh menyerukan kepada anggota untuk turun membela, baik langsung ataupun tidak langsung. Kami meminta outsourcing dihapuskan dari wilayah Tanjung Priok,” tegasnya. (ARS)