Diangkat dari Komik, Jagoan Legendaris Indonesia Gundala Akan Difilmkan

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Screenplay Films bersama Bumilangit Studios in association with Legacy Pictures berkolaborasi dalam mengangkat tokoh jagoan menjadi sebuah film dengan judul Gundala. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan dari fans komik Gundala untuk difilmkan.

Sutradara sekaligus penulis skenario Gundala yakni Joko Anwar mengatakan, film ini sedang memasuki tahap pra produksi. “Akan segera diproduksi film saya yang ketujuh, Gundala. Sekarang kita sudah masuk ke pra produksi, finalisasi script. Kita sedang memfinalisasi pemain, pencarian lokasi dan hal-hal lain yang digunakan untuk pra produksi,” kata Joko yang ditemui Nusantarapos.co.id di Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Sementara nama-nama aktor dan aktris yang terlibat dalam film Gundala masih dalam tahap seleksi dan dirahasiakan. Film dengan tema utama Jagoan Indonesia ini mengkolaborasikan cerita menyentuh hati dengan koreografi aksi seru. Shooting film ditargetkan untuk rampung pada akhir tahun 2018 ini selama 2,5 bulan.

“Kita syutingnya September-Oktober 2018, pra produksi biasanya 6 bulan. Jadi mungkin pertengahan tahun depan (rilis),” jelasnya.

Gundala adalah tokoh jagoan karya maestro cerita gambar Harya Suraminata, atau lebih dikenal dengan Hasmi. Dalam menciptakan tokoh Gundala, Hasmi terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo Sang Penangkap Petir. Pertama kali terbit pada tahun 1969, Gundala langsung menjadi tokoh cerita gambar legendaris Indonesia sejak terbit hingga hari ini. Gundala telah rilis 23 judul hingga tahun 1982.

Dikemas sebagai re-introduction kepada generasi milenial, format komik digital di Webcomic BBM dirilis oleh Bumilangit Komik dengan gambar dan cerita yang didasari karya-karya Gundala Hasmi. Re-introduction ini untuk juga untuk mengantar penggemar baru dan long time die-hard fans ke film layar lebar. Gundala yang akan dirilis pada 2019, tepat bersamaan dengan 50 tahun kelahiran Gundala.

“Tantangan untuk membuat film ini adalah sebuah intelektual properti yang sudah sangat terkenal. Pastinya orang memiliki ekspektasi yang cukup besar untuk ini,” pungkas Joko. (RIE)