Kemenristekdikti Optimalkan Program PPBT Bagi Perusahaan Startup Teknologi

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri 4.0, dan untuk menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengoptimalkan instrumen kebijakan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), bagi perusahaan rintisan/startup teknologi melalui proses inkubasi oleh Lembaga Inkubator Bisnis.

Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ini telah berjalan sejak tahun 2015. Pada akhir tahun 2019, diharapkan akan menumbuhkan 1000 (seribu) startup teknologi.

“Riset yang selama ini hanya dilihat dari side by side, artinya meneliti hanya keinginan para peneliti sendiri sehingga tidak cukup. Penelitian harus diarahkan kepada kebutuhan industri atau masyarakat sehingga namanya demind side,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir usai menghadiri PBBT Business Camp di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018).

Program PPBT merupakan skema pendanaan untuk startup teknologi. lnkubasi bisnis merupakan suatu proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan yang diberikan oleh lembaga inkubator kepada tenannya. Oleh karenanya, program PPBT diharapkan mampu untuk meningkatkan daya saing perusahaan pemula berbasis teknologi di Indonesia, sehingga mampu bertahan dan berkembang di pasar domestik ataupun global.

Tahun 2018 ini, Kemenristekdikti melalui Program PPBT ini memberikan pendanaan kepada 144 startup teknologi dari seluruh Indonesia. Program tersebut membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas.

“Kemarin bapak Presiden telah menyampaikan pada saat rapat kabinet, penelitian yang menyebar kemana-mana bapak Presiden berkeinginan untuk difokuskan sesuai dengan kebutuhan industri. Supaya Indonesia betul-betul memanfaatkan hasil inovasi yang dilakukan para peneliti tadi,” jelas Nasir.

Pada pelaksanaan program tahun ketiga, Kemenristekdikti mendukung pelaksanaan pelatihan PPBT Business Camp sebagai salah satu rangkaian kegiatan Program PPBT. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill kepada para pendamping tenan dari inkubator binis dan tenannya yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan. PPBT Business Camp ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari pada tanggal 9 s.d. 13 April 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta dan  diikuti 288 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta ini terdiri dari 144 pendamping inkubator dan 144 tenan yang merupakan penerima pendanaan program PPBT 2018.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi yang mencakup motivasi berwirausaha, konsep dan praktek inkubator bisnis teknologi bagi pendamping inkubator, pembuatan business plan, strategi pitching, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan kemampuan teknis lainnya untuk menunjang pengembangan bisnis. Diharapkan PPBT Business Camp ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta, yang kemudian dapat menjadi wirausaha berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing. (ARS)