Anies Baswedan: MRT akan Tumbuhkan Budaya Baru di Jakarta

oleh

Jakarta, NusantaraPos – “Pagi ini kita berada di Depo Lebak Bulus untuk meninjau langsung kesiapan MRT Jakarta, termasuk melihat dua belas unit kereta yang baru saja tiba. Kita juga sempat bertemu dan berdialog langsung dengan salah satu masinis perempuan dari lima masinis perempuan lainnya. Saya merasa bangga kita akhirnya akan memiliki fasilitas transportasi yang efisien dan efektif, menurut catatan saya, satu kereta berisi 50 unit kursi dan 150 handstrap, sehingga satu kereta bisa mengangkut sekitar 200 hingga 300 orang. Itu berarti sekali jalan, satu rangkaian mampu membawa 1.800 penumpang. Kita berharap proyek ini berjalan dengan baik, seperti yang sudah terjadi selama ini. Kami juga percaya bahwa MRT Jakarta bukan hanya alat transportasi tapi juga media untuk membentuk kebiasaan dan kebudayaan baru seperti antre, tertib, disiplin, dan bersih”

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam kunjungannya ke Depo Lebak Bulus pada Kamis (12/4) lalu. Hadir dalam peninjauan kali ini , Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei, Kepala Perwakilan JICA untuk Indonesia, Naoki Ando, dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Sekali lagi kami bangga dengan putra putri Indonesia yang sudah bekerja menyiapkan proyek yang saat ini telah mencapai 92,50 persen,” lanjutnya seperti dikutip Nusantarapos.co.id dari jakartamrt.com.

Dalam kunjungannya kali ini, Anies Baswedan berkesempatan melihat-lihat sejumlah fitur-fitur yang ada di area seluas 10,5 hektar tersebut, seperti area rel kereta, kereta khusus langsir, dan area pemeliharaan kereta. Dewan Direksi, yang langsung mendampingi rombongan, secara bergantian menjelaskan aspek-aspek status perkembangan proyek hingga kesiapan operasi menjelang Maret 2019. Anies juga masuk ke dalam kereta dan melihat langsung kabin masinis. Ia terlihat terkesan dan sesekali mengambil gambar melalui telepon genggamnya.

“Saat ini, dua set rangkaian kereta telah tiba di Depo Lebak Bulus setelah sebelumnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa, 4 April 2018 lalu. Dua set kereta ini dikirim dari Pelabuhan Toyohashi, Jepang, berangkat sejak 7 Maret 2018 lalu,” jelas Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. “Dilaksanakan secara simultan dengan kedatangan kereta secara bertahap hingga Oktober 2018, kereta akan mengikuti serangkaian tes dan persiapan sebelum uji coba pada Desember 2018 mendatang,” ujar William. “Kedatangan kereta ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menyiapkan diri menyongsong target operasi pada Maret 2019,” pungkas William. Di fase 1 ini, MRT Jakarta menyiapkan enam belas set kereta yang akan melayani masyarakat Jakarta sejak pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB. Di area Depo Lebak Bulus ini, lanjut William, MRT Jakarta membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus dengan area pemukiman penduduk di sekitar Depo.

“Semua orang yang kerja di MRT Jakarta menerapkan kedisiplinan tinggi. Hal ini yang akan ditularkan ke 173.400 orang pengguna kereta yang akan dilatih disiplin, tepat waktu, bersih, dan antre yang, sekali lagi, akan menghasilkan budaya baru. MRT Jakarta adalah melting pot, dari berbagai lapisan masyarakat dari berbagai pekerjaan dari posisi top di perusahaan hingga posisi pendukung,” ujar Anies. “MRT akan mendorong interaksi masyarakat. Akan mendorong kesatuan masyarakat,” pungkasnya.

Menyongsong target operasional MRT Jakarta pada Maret 2019, PT MRT Jakarta akan melakukan integration and commisioning testing pada Agustus hingga November 2018 dan trial run pada Desember 2018 hingga Februari 2019. (*)