oleh

Dari Area CFD Kupang, PSI Akan Kirim Petisi Untuk Jokowi

Kupang, Nusantara Pos. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanfaatkan area Car Free Day (CFD), ruas Jalan Eltari 1, Kupang, Sabtu (5/4), untuk mengajak masyarakat menandatangani petisi anti korupsi dan intoleran.

Petisi tersebut berupa spanduk baliho bertuliskan “Korupsi dan Intoleran Musuhku” yang dibentangkan di jalan area CFD, dan ajakan masyarakat untuk menandatangani petisi dilakukan dengan pengeras suara.

Masyarakat yang sependapat dengan itu langsung menandatangani petisi tersebut dengan dua buah spidol bertinta warna hitam telah disediakan di atas spanduk yang telah disediakan itu.

Ketua DPW PSI NTT, Christian Widodo mengungkapkan, penandatanganan petisi tersebut merupakan bentuk sikap komitmen dan semangat PSI untuk melawan korupsi dan intoleransi.

“Karena memang PSI hadir dengan membawa dua agenda besar itu yaitu melawan korupsi dan intoleransi,” ujar Christian di area Car Free Day (CFD) itu.

Christian menjelaskan, PSI mengajak masyarakat di area Car Free Day (CFD) itu dengan alasan, satu saja orang baik sulit untuk melawan sebuah kejahatan yang terorganisir.

Apalagi persoalan korupsi dan intoleran yang menurutnya telah menghancurkan bangsa Indonesia.

“Dengan mengajak masyarakat menandatangani petisi ini merupakan sebuah kebaikan yang teroganisir untuk melawan kejahatan yang teroganisir itu,” pungkasnya.

Sekertaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan pada kesempatan itu juga melalui pengeras suara mengatakan korupsi dan intoleran harus dilawan karena merupakan kejahatan yang sangat luar biasa.

“Bapak-bapak mama-mama dukung korupsi dan intoleran tidak? Jika tidak mendukung, mari bersama PSI mendukung untuk menolak korupsi dan intoleran. Yaitu dengan menandatangani petisi yang telah kami sediakan ini,” ujarnya.

Lanjut Junaidin, petisi tersebut akan dikirim PSI NTT langsung ke Jakarta untuk presiden RI Joko Widodo.

Hadir di kesempatan itu, Ketua DPD PSI Kota Kupang Amsal Mauta dan Sekertaris Efendi Harhap, serta Ketua DPD PSI Kabupaten Kupang Absolom Buy dan sekertaris Dulem Lusi. (*MRT)

Komentar