Diduga Melakukan Fitnah, Melki Laka Lena akan Dilaporkan Polisi

oleh

Nusantarapos.co.id -Melki Laka Lena, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam waktu dekat akan dilaporkan oleh Drs Alfons Loemau, SH, MBUS, melalui kuasa hukumnya ke pihak penyidik atas dugaan Fitnah dan pencemaran nama baik.

“Pak Alfons dalam minggu ini akan melaporkan saudara Emanuel Melkiades Laka Lena, Alamat Jalan Beta V No. 168, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Provinsi Banten ke pihak penyidik” ungkap Pengacara Kondang, Herry Battilep, SH, MH, melalui whatsapp Senin, (03/09).

Herry Battileo menjelaskan, dugaan melakukan dugaan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Di mana,  Drs Alfons Loemau, SH, MBUS, sebagai bakal Calon legislatif DPR RI periode 2019-2024, dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II (NTT II) melalui Partai Golongan Karya (Golkar), kemudian berdasarkan surat survey bacaleg Nomor: B-113/DPD/GOLKAR/NTT/VI/2018, tertanggal 6 Juni 2018 di Kupang, diberitahukan agar seluruh bacaleg dari partai Golkar, menyetor biaya survey bacaleg, sebesar 20.000.000 rupiah melalui rekening DPD Golkar NTT, ungkapnya.

Masih dilanjutkan Battileo, pada tanggal 2 Juli 2018, Drs  Alfons Loemau telah membayarkan biaya survey bacaleg tersebut ke rekening DPD GOLKAR NTT. Tetapi kemudian dalam suatu grup whatsapp, “Diaspora Flobamora O” telah disebarkan isu, bahwa Drs Alfons Loemau telah mundur dari pencalonan oleh Partai Golkar karena tidak membayar biaya survey bacaleg tersebut”, ujar Pengacara ternama ini.

Herry memaparkan, dalam kasus ini pihaknya sementara memiliki beberapa bukti, antara lain, fotokopi surat survei bacaleg nomor : B-113/DPD/GOLKAR/NTT/VI/2018, tertanggal 6 Juni 2018 yang dikeluarkan oleh DPD GOLKAR NTT,  screenshot whatsapp chatingan dengan Melki Laka Lena, screenshot whatsapp chat grup “Diaspora Flobamora O”, bukti transfer survey bacaleg DPD GOLKAR NTT, disertai empat orang saksi yang merupakan anggota grup whatsapp, “Diaspora Flobamora O”, MM. Mbalembout, S.H., M.H., beralamat di MTH Residence Lt.7 AB RT/RW 004/012 Kel/Desa Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur Jonhn O. Saitakela, ST”, tutur Battileo.

Dalam kasus ini, disampaikan Herry, Melki Laka Lena dapat disangkakan dengan pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 diganti dengan UU Nomor 19 tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bahwa setiap orang yang memenuhi unsur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), pungkasnya.(YS)