Dirjenpas dan Kementerian PUPR Fasilitasi 100 Warga Binaan Ikuti Pelatihan Konstruksi Bangunan

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham bersama Direktorat Bina Konstruksi Kementerian PUPR memfasilitasi keterampilan bagi 100 narapidana lapas Kelas 1 Cipinang dengan menggelar pelatihan tenaga konstruksi bidang bangunan umum.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan bahwa para warga binaan yang mengikuti pelatihan ini harus fokus agar bisa lulus dan mendapatkan sertifikat.

“Jangan sekedar nanti ikut tapi nanti tidak lulus. Di dalam itu semua sudah dilengkapi, tinggal konsentrasi. Kami yakini 100 orang ini adalah embrio. Jadi nggak usah khawatir nanti habis ini mau ngapain. Bangunan itu butuh maintenance,” kata Sri Puguh saat memberikan sambutan peresmian pelatihan tenaga konstruksi di Lapas Kelas 1 Cipinang, Jakarta, Senin (30/7/2018).

“Dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim kegiatan pelatihan tenaga konstruksi bangunan umum di Lapas Cipinang secara resmi saya buka,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah pada 27 Juli lalu.

100 warga binaan tersebut akan dilatih di class room berupa teori bidang bangunan umum, praktek lapangan, baru kemudian akan diberikan sertifikat kerja. Nantinya para warga binaan akan dibagi sub kompetensinya menjadi tukang batu, tukang besi dan tukang kayu.

Di saat yang sama, Kalapas Cipinang Andika D Prasetya saat memberikan sambutan menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif serta berkontribusi bagi negara.

“Kami berharap Lapas Cipinang dan lapas lainnya bisa diberi akses untuk mendapatkan kerjasama ataupun pekerjaan dari perusahaan yang melakukan jasa konstruksi. Sehingga selain mendapatkan ilmu mereka bisa menjadi produktif. Gaji atau kas yang mereka peroleh bisa bermanfaat bagi negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Syarif Burhanudin selaku Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR menjelaskan,” Kalau kita hari ini melahirkan 100, maka tenaga konstruksi akan bertambah. Kita sadar betul jumlah dana kita akan terbatas. Tahun 2019 anggaran bagi tenaga pelatihan akan ditingkatkan 4 kali lipat. Mudah-mudahan kita bisa menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, terampil supaya tidak hanya dibutuhkan di dalam negeri tapi juga luar negeri,” jelasnya. (ARS)