oleh

FAKTA : “Menengok Bahaya Asap Rokok Akibatkan Bayi Meninggal”

Jakarta,Nusantarapos,-Peristiwa yang menimpa Fitra Indah Lestari atas kepergian anaknya Muhammad Hafiz Syawal beberapa waktu yang lalu akibat terpapar asap rokok orang sekitarnya, Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) melalui pres rilisnya, Sabtu (24/2) mengecam keras tindakan kedua orang tua tersebut yang merupakan tindakan tidak bertanggungjawab.

Akibat paparan asap rokok ini bayi Muhamad Hafiz menderita penyakit Pneumonia berat yang akhirnya membuat bayi tak bersalah ini melayang nyawanya akibat asap rokok orang tuanya sendiri. Bahkan di Indonesia saat ini juga dihebohkan oleh berita seorang balita 9 bulan yang mengisap rokok.  Balita tak berdaya ini, oleh kedua orangtuanya diberikan sebatang rokok di mulutnya. Lalu, dengan bangga mereka menyebarluaskan di media sosial.

Dengan berbagai alasan bahwa rokok adalah zat adiktif yang sangat berbahaya bagi kesehatan maka tindakan kedua orang tua ini menurut FAKTA secara Yuridis, pertama, melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 76J (2) bahwa Setiap Orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan Anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya. Kedua, melanggar UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyatakan, tembakau dan produk tembakau merupakan zat adiktif. Hal ini tercantum dalam pasal 113 yang mengatur pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif. Pada ayat (2) berbunyi: zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/ atau masyarakat sekelilingnya.

Di sisi yang lain, juga melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 tahun 2012 Tentang Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, sebagaimana termuat dalam pasal 45 dan pasal 46 mengenai menjual dan memberikan rokok kepada anak.

Lebih lanjut ia mengatakan seharusnya yang melakukan tindakan ini harus dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang perlindungan Anak pasal 89 (2) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 J ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

”  Hal ini harus dilakukan karena jika membiarkan perilaku semacam ini terjadi maka pertama, akan muncul banyak korban  akibat penggunaan zat adiktif yang tidak baik dan benar. Kedua akan menumbuhkan generasi mudah bangsa yang penyakitan di masa depan. Ketiga akan melahirkan generasi dengan perilaku hidup tidak sehat,”ungkap Azas Tigor.

Tigor berharap orang tua agar menjauhkan anak dari paparan asap rokok dan tidak membiarkan atau memberikan anak rokok.

Lebih lanjut iapun meminta kepada pemerintah agar lebih giat mempromosikan, sosialisasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan setiap elemen masyarakat agar segera membudayakan perilaku hidup sehat dan menjauhkan lingkungan sekitar dari paparan asap rokok dan memberi sanksi sosial bagi siapa saja yang merokok di dekat anak-anak atau yang membiarkan anak-anak merokok.(EDTR: JOKO)

Komentar