oleh

Forum Rakyat Menggugat Desak KPK Tangkap Aktor Mahar Politik 1 Triliun

Jakarta, NusantaraPos – Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Forum Rakyat Menggugat (FRM) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan untuk melakukan aksi sekaligus melaporkan dugaan suap mahar 1 triliun rupiah yang diduga dilakukan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS dimana masing-masing partai politik tersebut ditengarai menerima 500 miliar rupiah.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk melaporkan ke KPK dan mendesak KPK agar segera mengusut dan menangkap masing-masing pejabat negara yang patut diduga terlibat kasus suap mahar 1 triliun rupiah. Adapun pihak yang diduga atas persekongkolan tersebut adalah Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, Sohibul Iman dan Fadli Dzon,” ujar Riswan Presidium FRM saat melakukan aksi di depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/8/2018).

Dalam kesempatan tersebut Riswan mengatakan kami juga mendesak agar KPK segera menangkap para pelaku (pejabat negara) yang patut diduga sebagai pemberi dan penerima mahar untuk pilpres 2019 mendatang.

“Seperti kita tahu masing-masing adalah pejabat negara yang memiliki dampak hukum serius. Adapun Sandiaga Uno merupakan Wagub DKI, Zulkifli Hasan adalah Ketum Umum PAN sekaligus Ketua MPR, dan Sohibul Iman adalah Ketua Umum PKS dan juga anggota DPR,¬† serta Fadli Dzon merupakan Waki Ketua DPR,” katanya.

Adapun kasus ini ramai bermula dari cuitan di twitter Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief, 2 hari menjelang penutupan pendaftaran bakal capres/cawapres pada 10 Agustus 2018. Dalam cuitannya Andi mengatakan soal mahar politik ke PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar ini penjelasan saya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Waketum Demokrat Syarif Hasan, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamaudin, mendapatkan penjelasan itu (mahar Rp 500 miliar), langsung dari tim kecil Fadli Dzon, Dasco, Prasetyo, dan Fuad Bawazier pada 8 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB.

“Sandiaga Uno sendiri mengakui saat berbicara pada Media paska bertemu Sutrisno Bachir (SB) bahwa mahar memang benar adanya yang nantinya dalam bentuk dana kampanye,” tutup Riswan.(Hari)

Komentar