oleh

GPII Dukung Kapolri Berantas Hoax Indonesialeaks

Nusantarapos, -Polemik soal laporan media indonesialeaks tentang kasus ‘buku merah’ yang menyebut nama Kapolri Jenderal (Pol) Prof. Tito Karnavian, PhD adalah sebuah ancaman bagi stabilitas nasional di tahun politik ini. Laporan yang belum terverifikasi secara utuh, belum terkonfirmasi kepada sumber-sumber yang di sebut namanya sesuai kaidah-kaidah jurnalistik menyebabkan polemik dan sangat merugikan, mencemarkan nama baik pihak-pihak yang di tuduh termasuk Kapolri.

“Apalagi Basuki Hariman pemilik CV Sumber Laut Perkasa pun telah membantah telah membagi-bagi uang dalam kasus ini bahkan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjelaskan kasus ini dalam penyelidikan belum menemukan bukti-bukti yang cukup”, ujar Ujang Rizwansyah Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat (12/10/2018).

Menurut ujang sapaan akrabnya, hal ini menunjukan laporan indonesialeaks akurasi datanya perlu di pertanyakan, independensi laporannya perlu cek siapa ‘funding’nya, apa motifnya, apa tujuannya sehingga semua persoalan menjadi jelas dan laporan indoleaks ini tidak menyebarkan hoax baru yang punya konsekuensi hukum seperti dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu tambah ujang, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) menyatakan hal sebagai berikut.

Pertama, memberikan dukungan penuh kepada pihak Polri untuk terus bekerja menyiapkan pengamanan proses pemilu dan tetap memberi rasa aman bagi warga khususnya di daerah bencana di berbagai wilayah.

Kedua, mensuport  Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, PhD untuk untuk tetap fokus mewujudkan institusi bhayangkara yang Profesional, Modern dan Terpercaya (PROMOTER) dan meningkatkan koordinasi untuk penegakan hukum memberantas hoax yang sudah sangat membahayakan persatuan bangsa.

Ketiga, mengajak masyarakat untuk cerdas menyikapi masalah, polemik ataupun isu yang menjadi pemecah belah dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat di tengah fokus semua elemen banga menangani korban bencana, beber ujang.

“Kami mengingatkan kepada para tokoh nasional termasuk pada mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto dan Prof Amien Rais untuk berhenti membentur benturkan antara sesama penegak hukum yaitu Polri dan KPK karena akan melemahkan proses pemberantasan korupsi seperti kejadian-kejadian sebelumnya di masa lalu”, pungkasnya.****

Komentar