oleh

Gruduk Kejagung Ratusan Massa Desak BW Ditangkap

Jakarta, nusantarapos.co.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Keadilan menggeruduk Kejaksaan Agung. Kedatangan mereka adalah untuk mendesak agar Jaksa Agung H.M Prasetyo mencabut keputusan deponering yang diberikan kepada mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto (BW).

Seluruh Orator yang terdiri dari para ketua mantan gerakan mahasiswa, terdiri dari Beni Pramula, Chrisman Damanik, Munawar Khalil, Karman BM, Angelo Wake Kako, Aminullah Siagian dan Mulyadi P Tamsir.

Demonstran menilai deponering yang diputuskan Kejagung seolah membuat BW menjadi kebal hukum. Pasalnya, BW merupakan salah satu tersangka dalam kasus kesaksian palsu dalam proses peradilan.

Mulyadi P Tamsir dalam orasinya mengatakan, “Bambang Widjojanto salah satu tokoh yang melawan tindak pidana korupsi tetapi nyatanya suka menyebar fitnah,” ujarnya dari mobil komando di depan kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/18).

Sang orator pun mendesak penangkapan segera kepada BW untuk diadili atas kesaksian palsunya. “Tangkap, tangkap, Bambang Widjojanto. Bambang Widjojanto ditangkap saja,” teriaknya yang diikuti massa aksi.

Saat diwawancarai, Ia menjelaskan deponering BW adalah cacat hukum, seharusnya deponering didahului permintaan pendapat oleh Jaksa Agung kepada Kapolri, DPR RI dan Ketua Mahkamah Agung.

“Bahwa deponering hanyalah sebuah proses mengesampingkan suatu perkara tindak pidana, demi kepentingan umum yang dapat dicabut pemberlakuannya sewaktu-waktu serta tidak serta merta menghapus status tersangka yang melekat pada tersangka,” tegasnya.

Selain itu juga perwakilan dari demonstran memberikan aduannya kepada Kejagung untuk segera memproses BW. Dalam aksinya, massa Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Keadilan membakar puluhan poster wajah Bambang yang masing-masing diikat pada sebilah bambu.

Komentar