Ini Alasan Pentingnya Menyikat Gigi Pada Anak Balita

oleh
Jakarta, NusantaraPos – Merawat kesehatan gigi dan mulut wajib dilakukan oleh setiap orang dari segala usia. Bahkan anak masih bayi hingga umur 5 tahun (Balita) juga butuh perawatan gigi.
“Sejak lahir harus dijaga kesehatannya. Gusi-gusi kalau ada susu menempel harus dibersihkan. Jangan sampai berubah jadi jamur. Oleh karena itu kita menghimbau kepada orang tua supaya bersihkan rongga mulut sedini mungkin. Pakai cottenbuds dulu, pakai air hangat sampai betul-betul giginya bersih,” ujar Dr. drg. Hananto Seno selaku┬áKetua Persatuan Dokter Gigi Seluruh Indonesia (PDGSI) yang ditemui┬ádi acara Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang diselenggarakan oleh Pepsodent di SDN Tebet Timur 01 Pagi, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).
Menurutnya, membersihkan gigi pada anak terutama sehabis meminum susu, dapat meminimalisir timbulnya karies gigi.
“Penyakit gigi pada anak ada, karies. Biasanya terjadi pada tidur, anak minum susu tapi tidak dibersihkan, tiap hari terus selama berbulan-bulan, maka akan terjadi karies berbarengan. Pada saat minum susu setelahnya harus minum air putih. Nah, itu gigi akan terjamin kebersihan pada saat mereka tidur,” jelasnya.
Tak hanya dengan membersihkan gigi, untuk membuat gigi anak kuat dan tidak berlubang juga perlu nutrisi dari dalam tubuh, yaitu dengan mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung kalsium (flour).
“Anak-anak itu makan kalsium atau fluor yang tinggi. Bayam, ikan asin, teh banyak flournya. Buah-buahan yang banyak itu semangka. Semakin banyak fluor, gigi itu semakin kuat. Pasta gigi juga ada flournya tapi ini dari dalam,” paparnya.
Sedangkan menurut drg. Ratu Mirah Afifah dari Yayasan Unilever Indonesia, untuk menjaga kesehatan gigi pada anak disarankan mengurangi konsumsi makanan manis, sikat gigi dua kali sehari serta periksakan gigi setiap 1 tahun sekali ke dokter gigi.
“Pastinya pasta giginya yang mengandung fluor. Fluor pada pasta gigi anak dan dewasa itu berbeda. Pastikan menyikat dari gusi ke gigi. Sikat gigi satu arah saja,” terangnya.
“Orang tua harus punya cara supaya kegiatan sikat gigi, dan pergi ke dokter gigi sedini mungkin. 1 tahun sekali itu anak diajak ke dokter gigi. Orang tua harus bisa menjadikan contoh, enggak cuma menyuruh (sikat gigi) tapi ikut bersama anak,” pungkasnya. (ARS)