oleh

Kepsek SMAN 5 Palanngka Raya Drs.H.ARBUSIN Mengajak Siswa-Siswi Berakhlakul Karimah

Nusantarapos,-Wujud dari penguatan pendidikan karakter adalah berakhlak mulia (akhlakul karimah). Bagi umat muslim, sosok yang tentu menjadi teladan utama dalam berakhlak mulia dalam kehidupan adalah rasulullah SAW. Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang menyatakan bahwa sesungguhnya di dalam diri rasulullah SAW terdapat suri teladan yang baik. Keteladanannya dalam berakhlakul karimah tidak diragukan lagi. Sepanjang masa hidupnya selalu berpikir, berkata, dan bertindak dengan dilandasi akhlak yang mulia tanpa cela.

“Para siswa sebagai generasi muda muslim seperti kalian juga harus berakhlak mulia. Salah satu ciri kalian berakhlak mulia adalah menghormati kedua orangtua. Taati nasihatnya, anjuran kebaikannya. Laksanakan amanatnya. Belajarlah dengan tekun dan di sekolah juga bagian dari melaksanakan amanat dan menghormati orangtua,” kata ustaz M. Isnaini memberikan tausiah kepada para siswa di Musala Al-Ikhlas, kompleks SMAN 5 Palangka Raya.

“Di mana pun berada akhlak mulia harus menjadi karakter kalian. Jadilah siswa yang baik dengan menaati peraturan, belajar dengan penuh disiplin serta jujur. Jangan terlalu banyak bicara jika tidak perlu. Untuk apa banyak bicara jika penuh buruk sangka, dusta, fitnah, dan tidak berguna. Diam atau sedikit bicara dan banyak belajar lebih baik daripada berbicara yang tidak bermutu.”

“Ingat pesan rasulullah SAW: “Barangsiapa yang percaya akan adanya hari akhir, berbicaralah yang baik-baik saja atau diam”. Ini berarti diam jelas lebih mulia dibandingkan bicara yang tidak berguna. Saat ini di era pesatnya kemajuan teknologi informasi dan maraknya penggunaan media sosial, semakin banyak godaaan untuk bicara atau menulis sembarangan serta membagikan hal-hal yang tidak baik dan mendatangkan mudarat,” tuturnya disimak juga oleh Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin dan para guru serta staf TU.

Musala mini itu tampak dipadati ratusan siswa yang mengikuti pengajian bulanan. Meski agak berdesak-desakan pada Jumat siang, 5 Oktober 2018, mereka tetap bersemangat dan khidmat mengikuti tausiah. Makan bersama secara sederhana dengan penuh syukur nikmat pun mengakhiri kegiatan pada siang menjelang asar. Semoga kita semua menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan berlimpah berkah Aamiin. (RAHMAT)

Komentar