oleh

KKP Keluarkan Rekomendasi Kalender Prediksi Kematian Ikan Masal

Nusantarapos.co.id,- BRSDM keluarkan rekomendasi berupa kalender ‘Prediksi Kematian Massal Ikan’ dan skema ‘Alur Penanganan Kematian Massal Ikan’, yang berisikan data dan informasi penyebab kematian massal ikan KJA, termasuk upaya penanggulangannya sebagai bagian upaya pencegahan dan pengendalian peristiwa kematian massal ikan yang saat ini kembali terjadi.

Untuk upaya pencegahan dan pengendalian matinya ikan, menurut Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja saat temu media terkait kematian massal ikan (13/9), mengatatan bahwa dalam pembudidayaan mematuhi aturan dan mengikuti himbauan serta diperlukan ketegasan dari pemerintah daera ataupun dinas setempat mengenai pembudidayaan pada bulan-bulan dalam kategori bahaya.

“Kalender prediksi dan skema alur penanganan ini dapat membangun kesadaran pembudidaya dan para pengambil kebijakan untuk tidak menganggap sepele setiap kasus kematian massal ikan,” terang Sjarief.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Perikanan Dr. Toni Ruchimat, bahwa berdasarkan hasil penelitian di lapangan, terdapat 3  kategori dalam kalender Prediksi Kematian Massal yang patut dicermati, yakni kategori aman, waspada dan bahaya.

“Pada kategori aman, para pembudidaya KJA dapat melakukan kegiatan budidaya sesuai dengan standar dan daya dukung serta zonasi yang telah dilakukan. Sedangkan pada kategori waspada, para pembudidaya KJA di minta untuk mengurangi pemberian pakan, kurangi padat tebar ikan dalam KJA, memperhatikan perubahan kondisi lingkungan perairan, hingga melakukan panen lebih awal,” tutur Toni.

Pembudidaya juga harus dapat mencermati tentang temperatur air di KJA rendah, oksigen terlarut rendah (< 3mg/L), angin dan mendung sepanjang hari, serta terjadi hujan lebat terus menerus yang semua itu merupakan kategori bahaya.

“Memasuki kategori bahaya, seluruh pembudidaya diminta untuk melakukan pemanenan ikan yang siap panen, menghentikan kegiatan budidaya, memelihara ikan yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek, penambahan aerasi,serta relokasi KJA ke lokasi yang lebih dalam,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian kematian massal ikan KJA di perairan danau atau waduk, KKP memiliki rekomendasi,  diantaranya dengan penggunaan eceng gondok unuk memperbaiki kualitas air, karena eceng gondok memiliki kemampuan menyerap logam berat dan residu pestisida. Akar dari tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) mempunyai sifat biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia buatan industri.(JK)

Komentar