KSPI Mengecam Outsourcing di RSI Pondok Kopi

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mewakili Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (DPP FSP F-R) yang tengah memperjuangkan nasib status karyawan RS Islam Jakarta Pondok Kopi yang masih dalam status kontrak di bawah naungan outsourcing.

“Mereka memprotes kepada manajemen agar perusahaan tidak menggunakan outsourcing di RS Islam Pondok Kopi,” kata Deputi KSPI Muhammad Rusdi saat jumpa pers di Gedung LBH Jakarta, Senin (10/9/2018).

Kasus lainnya, Ketua Umum DPP FSP Faskes-R) Idris Idham, serikat pekerja yang menaungi pekerja di RS Islam Pondok Kopi bahkan di PHK karena alasan absensi.

“Kalau memang sampai hari Rabu malam tidak ada negosiasi dan membatalkan PHK nya kepada Pak Idris Idham. Maka hari Kamis, kami akan melakukan solidaritas di RS Islam Pondok Kopi,” tegasnya.

Di saat yang sama, Idris Idham menjelaskan,” Kasus ini bermula dari program hapus outsourcing. Kita ambil sample adalah RS Islam Pondok Kopi. Sebelum melakukan perlawanan kita bertemu dengan pihak manajemen. Dengan dialog kita bawa kasus ini keluar, ini proses awal kejadian. Sewaktu posisi tersebut, saya sudah menjabat Asisten Manager di RSI Pondok Kopi dan bekerja selama lebih 24 tahun. Saya nggak pernah bermasalah dengan rumah sakit dan absen saya juga nggak masalah,” terangnya.

Idris pun mengungkapkan, kalau posisi dia di RSI Pondok Kopi akan kembali seperti semula jika ia berhenti menjalankan program hapus outsourcing disana.

“Saya dipanggil oleh pihak RS, masalah absen kamu akan selesai jika kamu (menyelesaikan program) menghapus outsourcing itu. Saya nggak mau. Nah disini terjadi peperangan (mengenai) absen saya,” lanjut Idris.

Ia juga mengungkapkan, kasus lainnya di RS Islam Pondok Kopi adalah mengenai dana pensiun yang masih kurang dari jumlah yang seharusnya. Tapi hal itu sudah diselesaikan sehingga lima karyawan pensiun tersebut telah mendapatkan hak dana pensiun secara penuh. (ARS)