oleh

Majelis Etik Golkar Salah Ketik Tanggal, Dua Caleg Deklarasi Go Prabu Tak Hadiri Pemanggilan

Jakarta, nusantarapos.co.id –┬áDua calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar yakni Cupli Risma dan Fadli Alimin rencananya diperiksa Majelis Etik Golkar pada Kamis (27/9/2018). Pemeriksaan dilakukan lantaran dukungan keduanya dan sejumlah kader Golkar, yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melalui Go PrabU.

“Kami memanggil kader yang terlibat pada Go PrabU yang memberikan konferensi pers. Yang pertama adalah saudara Cupli dan yang kedua sodara Fadli,” ujar Ketua Majelis Etik Golkar, Mohammad Hatta, Kamis (27/9/2018).

Menurut Hatta, pemanggilan dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran etik oleh caleg DPRD dan DPR RI tersebut. Sehingga, dalam pemanggilan Majelis Etik Golkar sedianya meminta klarifikasi atau keterangan dari Cupli dan Fadli. Kendati begitu, pemanggilan batal dilakukan karena keduanya tidak hadir, dengan alasan surat yang dibuat Majelis Etik Golkar salah tanggal. Karenanya pemanggilan ulang dijadwalkan kembali.

“Kami putuskan untuk melakukan pemanggilan terakhir, pada senin yang akan datang. Dalam upaya menyampaikan undangan itu orang yang tadi mengaku sebagai kuasa hukum (Cupli dan Fadli), dimintakan surat kuasanya untuk diberitahukan. Tapi staf etik yang menemui yang bersangkutan bahwa tidak ada surat kuasa yang dia terima dari kedua orang itu. Dengan demikian kami tidak bisa memberitahukan dan memesankan juga, tentang apa yang kami putuskan,” beber Hatta.

Selain itu, Majelis Etik berencana memanggil kader Golkar yang mengatasnamakan Go PrabU, yang bertemu dengan Prabowo di kediamannya, Rabu (26/9/2018). Pemanggilan salah satunya untuk mengetahui hal-hal yang dibahas dalam pertemuan yang fotonya diunggah Prabowo di akun Twitter miliknya itu.

“Kami juga mempersiapkan pemanggilan untuk mereka-mereka yang berkumpul dengan Pak Prabowo. Yang sedang kami teliti lebih jauh, unsur nama keterikatannya dengan keanggotaan Golkar, materi-materi yang mereka bicarakan di sana. Pemanggilan yang kita lakukan untuk memberikan keterangan, alasan dan segala sesuatunya, sebelum kami memberikan atau menjatuhkan sanksi,” jelas Hatta.

Inisiator Go PrabU sekaligus kuasa hukum Cupli dan Fadli, Arsi Divinubun, menegaskan akan ada langkah hukum apabila hasil pemeriksaan merugikan kliennya.

“Tapi kalau Pak Cupli dan Fadli menerima (keputusan Majelis Etik Golkar) yang tidak berlanjut kejalan hukum,” kata dia.

Arsi menjelaskan, ketidakhadiran Cupli dan Fadli pada pemanggilan pertama lebih karena kesalahan teknis. Kliennya siap hadir apabila jadi diperiksa pada Senin 1 Oktober 2018 mendatang.

“Mereka siap hadir dan menerima apapun keputusannya,”┬átandas kader senior Golkar ini.

Komentar