oleh

Maraknya Perdagangan Jual Beli Satwa Liar Dimedia Sosial

Nusantara Pos,-Maraknya penjualan satwa liar dimedia sosial yang semakin hari semakin menggila ini rupanya sudah semakin sangat meresahkan masyarakat dan para aktivis yang berjuang untuk melestarikannya ,dan adapun penjualannya meliputi mulai dari satwa yang tidak masuk dalam daftar yang tidak dilindungi sampai ke satwa yang masuk dalam daftar yang dilindungi.

Mulai dari jenis mamalia ,reptil ,unggas dan lain lainnya sampai kebagian bagian tubuh hewan tersebut .Terlebih lagi para penjual satwa tersebut sudah semakin berani dalam menawarkan atau mempromosikan satwa tersebut dimedia sosial dengan harga yang beragam.Bahkan seolah tidak ada rasa takut mereka terus menerus memposting barang dagangannya setiap saat dimedia sosial.

Saat ditemui awak media Nusantara Pos ,Pengurus Yayasan Konservasi Elang Indonesia sekaligus pemerhati satwa Gunawan menjelaskan “Perdagangan satwa lewat media sosial sudah sangat memprihatinkan sekali karena jumlah dan jenis yang ditawarkan bisa lebih banyak dari pada yang dijual dipasar hewan traditional ,harusnya ada kerjasama antara pihak pihak terkait khususnya yang bergerak dibidang konservasi dan pelestarian dengan pihak pemerintah agar bisa dilakukan pengawasan dan penindakan dengan lebih tegas serta optimal dan keterlibatan masyarakat dalam hal ini juga sangat diperlukan untuk bisa ikut serta dalam memantau pasar online ini.Dan harapan saya kedepannya mungkin pemerintah perlu melibatkan semua pihak terkait baik itu dibidang konservasi dan penegakan hukum dalam menangani perdagangan satwa dimedia sosial ini.”

Dan Fajar salah seorang anggota BKSDA khususnya untuk wilayah Jawa Timur juga menambahkan “Media sosial saat ini sangat mudah sekali diakses melalui genggaman ,dan karena hal tersebut kami sangat menyayangkan adanya peningkatan jumlah angka jual beli tumbuhan dan satwa liar melalui media sosial.Hal tersebut menunjukkan betapa minimnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kelestarian satwa liar sebagai bagian dari sebuah ekosistem.Lebih parahnya lagi ada beberapa kegiatan yang memicu peningkatan eksploitasi satwa liar diantaranya kegiatan “promosi eksploitasi satwa” dengan berkedok Edukasi.”

Dan untuk mengantisipasi semakin menjamurnya para seller/penjual satwa liar di media sosial beliau (Fajar)juga menambahkan “beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini BKSDA antara lain adalah: melakukan sosialisasi tentang nilai penting satwa dialam dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam melestarikan satwa dialam baik melalui tatap Muka maupun melalui media informasi yang dimiliki BBKSDA maupun media lainnya ,selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya melakukan penertiban dan penindakan dibidang hukum terhadap perdagangan ilegal satwa liar diantaranya Kepolisian, Balai Penegakkan Hukum KEMENTERIAN LHK, Bea Cukai, Kejaksaan, Karantina, Angkasa Pura, Otoritas Pelabuhan, Maskapai Penerbangan, Jasa Pengiriman dan lain lainnya.Dan harapan kami masyarakat ikut berperan aktif dan peduli dalam menjaga kelestarian satwa liar karena Konservasi bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.Silahkan laporkan apabila menjumpai atau mengetahui kejahatan terhadap satwa liar baik itu pembelian maupun pejualan di Quick Response kami di no 021-3908771/021-3158142 atau No WA 0812-8964-2727”.(STV)

Komentar