MUI NTT:Agama dan Negara Tidak Perlu Dibenturkan

oleh

Kupang, Nusantara Pos. Menanggapi isu paham-paham dan tindakan-tindakan radikalisme dan intoleransi yang di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Jalaludin Bethan mengatakan, di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Islam mengajarkan bahwa agama dan negara tidak perlu dibenturkan.

Sehingga dikatakannya, dalam rangka memperkuat komitmen kebangsaan kehidupan berbangsa dan bernegara, negara sendiri harus hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Pancasila sudah selesai dan final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Semuanya sudah komitmen terhadap pancasila sebagai dasar negara. Meski pancasila bukan agama, dan juga tidak dapat menggantikan agama dan kedudukan agama, namun tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama,” ujar Jalaludin saat memberikan materi dalam kegiatan Diskusi Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama Memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2018 yang diselanggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT dengan tema ‘Pertegas Komitmen Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila’ di Resto Celebes Kupang, Jumat (1/6).

MUI, diungkapkannya, telah mengeluarkan fatwa untuk menggelorakan ukhuwah islamiyah atau komitmen keagamaan, ukhuwah insaniyah atau komitmen kemanusiaan dan ukhuwah wataniah atau komitmen kebangsaan di tengah-tengah masyarakat. (*MRT)