“Pemenangan LelangTender Pemkab Bisa Jadi Ajang Nepotisme”

oleh

Oleh : M. Mujahid (DPD NasDem bagian humas dan media)

Sudah bukan menjadi rahasia umum mengenai wacana yang berkembang dimasyarakat tentang pembagian proyek baik itu lelang maupun non lelang. Hampir tiap tahun pelaksanaan proyek di Kab.Pacitan menimbulkan pro dan kontra sehingga sulit bagi rekanan untuk mendapatkan kue pembangunan dengan wajar.

Seperti terjadinya proses pengajuan company profil bagi pengusaha- pengusaha masih banyak mengalami kesulitan mendapatkan informasi yang benar. Sehingga dugaan untuk nepotisme, kolusi lebih rentan dan sering terjadi guna mengambil keuntungan di lingkup dinastinya sendiri.

Tak ayal, keluarga dan kerabat pelaku pemenangan tender berlomba-lomba membuat perusahaan sendiri guna tercapainya Nepotisme, kolusi, sehingga akan menguntungkan di fihaknya.
Lebih-lebih informasi jawaban dari fihak eksekutif ke media bahwa tahapan memasukkan company profil untuk mendapatkan kue pembangunan adalah melalui Bupati, cq Pembangunan cq, OPD/Dinas, tidak dihiraukan, dan apa yang terjadi pada jawaban informasiĀ  sesuai SOP mengalami stagnasi.Demikian juga Kabag pembangunanpun tidak tahu , OPD tdk faham, sehingga kecurigaan mengarah pada terjadinya pungli sangatlah masuk akal. Hal ini karena rasa kecewa para pengusaha yang mempunyai Subbidang pekerjaan tertentu dan disahkan LPJK atau lainya tapi tidak laku.

Mencermati semua di atas sebaiknya pengusaha yang merasa dirugikan membawa permasalahan ini ke DPR dulu untuk diselesaikan , tinggal pilih melalui sidak DPR atau dengar pendapat atau lainya untuk menanyakan kemungkinan terjadinya pungli atau lainya juga dalam pelaksanaan pembagian dan atau pemenangan tender.