Pentingnya Memahami Fidusia sebelum Memulai Kredit Kendaraan

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Waritno mengatakan pentingnya sosialisasi pemahaman mengenai fidusia bagi masyarakat, khususnya debitur yang melakukan kredit kendaraan, baik motor maupun mobil.

Sosialisasi ini juga melibatkan kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Hukum dan HAM.

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang dialihkan itu dalam penguasaan pemilik benda. Pembuatan sertifikat fidusia ditandatangani antara debitur dan kreditur langsung di depan notaris.
Sebagai contoh, apabila kreditur tidak dapat menjalankan kewajibannya atau terlambat melakukan pembayaran cicilan, maka perusahaan pembiayaan (leasing) selaku debitur, berhak mengambil barang/kendaraan yang dijaminkan fidusia tanpa proses pengadilan. Dalam hal ini, kreditur menjaminkan kendaraannya kepada pihak leasing selaku pemberi kredit. Apabila telat membayar, maka leasing berhak mengambil benda tersebut tetapi masih dalam pengawasan debitur. Jadi, benda tersebut akan dikembalikan kepada debitur jika kredit telah dilunasi sesuai waktu yang disepakati. Jika melewati, maka kendaraan akan dilelang.
“Kalau saya wanprestasi, itu harus ada surat peringatan. Peringatan itu melalui peringatan sekali atau dua kali. Tergantung apa yang diperjanjikan,” kata Suwandi saat jumpa pers Fidusia dan Penerapannya di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Untuk mengambil kendaraan yang menunggak, petugas eksekusi juga harus membawa sertifikat fidusia. Hal ini juga berlaku kepada perusahaan pembiayaan (leasing). Jika tidak, maka melanggar perjanjian fidusia sehingga akan dikenakan sanksi.
“Petugas eksekusi harus ada sertifikasinya. Sementara perusahaan pembiayaan juga kita beri sanksi tegas,” paparnya.
Sedangkan bagi barang/kendaraan tanpa jaminan fidusia, proses eksekusi harus dilakukan dengan cara mengajukan gugatan perdata ke pengadilan negeri. Contohnya yakni debt collector yang mengambil kendaraan secara paksa karena debitur telat membayar kredit. Proses ini tidak melindungi kendaraan debitur karena tanpa jaminan fidusia. (ARS)