Petruk Dadi Ratu Akan Berakhir

oleh
Pertruk Dadi Ratu.net

Oleh : Jokowi

Dalam pewayangan cerita petruk jadi ratu yang merupakan gambaran dari sifat ketamakan hati manusia untuk menguasai serta pembangkangan terhadap aturan perUndang-Undangan yang sudah disyahkan turun menurun, sehingga si Petruk ingin merubah dengan angan-angan pemerintah yang dipimpinnya akan maju.

 

Tetapi apa mungkin tanpa kerjasama dengan rakyat sebagai kekuasaan tertinggi disebuah negara akan menjadikan rakyat yang gemah ripah loh jinawi?

 

Mungkin kekhawatiran Petruk yang saat ini harus menata kembali negaraqnya agar rakyat menjadi negara gemah ripah loh jinawi. Terkadang sang Petruk harus melakukan tindakan-tindakan knyol yang bertentangan dengan rakyat, bahkan harus rela rakyat menjadi korban demi menuruti kemauan pendukung si Petruk. Beban moral dan hati harus dipertaruhkan oleh Petruk.

 

Akan berakhirnya Petruk menjadi penguasa negeri tentunya juga membuat sebagian pendukung Petruk menjadi khawatir dengan posisi yang di dapat saat ini karena si Petruk memberikan tempat dan kedudukan.

 

Munculnya pengganti Petruk untuk menyadarkan dirinya tentu tidak mudah dan perlu kekuatan sakti, apalagi si Petruk sudah banyak pengaruhnya di kalangannya yang sudah enak dalam jabatan yang diberikan si Petruk.

 

Bukan perang otot ataupun urat syaraf yang diperlukan untuk melengserkan Petruk dari singgasana, namun adalah restu dari rakyat yang benar-benar merasa tertindas oleh kebijakan si Petruk yang selama ini dibuat oleh Petruk bersama punggawanya.

 

Memerlukan satriyo piningit sebagai penyadar Petruk agar memberikan kekuasaannya dengan legowo. Namun ini juga sangat sulit karena si Petruk harus mempertanggungjawabkan semuanya di Pengadilan wayang, mengenai dana yang pernah digunakan serta pertanggungjawaban pembangunan selama ini yang dicanangkan oleh Petruk.

 

Ketika Petruk lengser dari Jabatannya sebagai ratu tentu si Satrio Piningit harus benar-benar memiliki jiwa satu dengan rakyat untuk mewujudkan negara toto tentrem gemah ripah loh jinawi, sejalan dengan apa yang jadi keinginan rakyatnya. (JOKOWI)