oleh

Prabowo Sandi Dapat Nomor Urut 2, Relawan Bidadari Siap Gaet Suara Perempuan

Jakarta, nusantarapos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Jumat (21/9/2018) lalu. Adapun pasangan nomor urut 1 ada di pasangan Joko Widodo – Ma’aruf Amin, sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut 2.

“Nomor urut 2 ini memang kita yang menginginkan, karena kebetulan juga kan partai kami nomor urutnya 2. Jadi saat kampanye nanti di lapangan kita mengajak teman-teman mencoblos nomor 2, karena sesuai dengan nomor partai juga nomor urut peserta Capres dan Cawapres,” ujar Monika Haryanto Ketua Umum Bidadari Indonesia saat ditemui di rumah pemenangan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat.

Bidadari Indonesia berharap dalam kampanye damai Minggu (23/9/2018) pagi dapat berjalan dengan lancar.”Bapak Prabowo dan Pak Sandi berpesan, kampanye dengan damai dan sejuk pilihan boleh berbeda tetapi tidak boleh ada perpecahan. Karena kami yakin di tangan beliau Indonesia akan menjadi hebat, adil dan sejahtera,” katanya.

Dalam masa kampanye nanti, lanjut Monika, kami akan berusaha semaksimal mungkin sekuat tenaga kami, untuk menggaet suara-suara perempuan di seluruh Indonesia. Bidadari Indonesia sementara ini hanya di Pulau Jawa, namun nantinya saat kampanye nasional kami akan mendirikan posko di daerah-daerah.

Bidadari yakin akan banyak yang menginginkan bergabung dalam Bidadari Indonesia.”Terlebih kaum perempuan menginginkan agar ada kestabilan ekonomi serta pendidikan yang terjangkau. Dan itu juga adalah tujuan daripada Prabowo – Sandi yang akan menstabilkan harga-harga sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia,”ujarnya.

Saat mengantarkan Prabowo – Sandi ke KPU, tambah Monika, Bidadari Indonesia membawa ratusan relawan. Meskipun pada saat hendak menuju KPU kami sempat mengalami insiden yang dimana para pendukung Jokowi-Ma’ruf meneriaki yel-yelnya.

“Setelah itu kami diminta oleh pihak aparat kepolisian untuk mencari jalan lain, karena memang kami tidak mengetahui bahwa pendukung Jokowi-Ma’ruf berada di jalan yang hendak kita lalui. Maka kami pun mencari jalan lain agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutup Caleg Gerindra tersebut.(Hari)

Komentar