Ratusan Ribu Narapidana Se-lndonesia Pecahkan Rekor Dunia lewat Tari Poco-Poco

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Euforia perhelatan Asian Games 2018 juga ikut dirasakan oleh narapidana seluruh Indonesia. Hal ini terbukti dengan tingginya antusiasme ratusan ribu narapidana untuk menjadi bagian dalam pemecahan rekor dunia “The Largest Guinness World Record Poco-Poco Dance” dalam rangka menyambut helatan Asian Games 2018, Minggu (5/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia dengan memanfaatkan media teleconference.

“Keikutsertaan Pemasyarakatan kali ini tidak hanya sebagai bagian dari pemecahan rekor dunia “The Largest Guinness World Records Poco-Poco Dance”, tetapi kita juga membuat sejarah baru untuk memecahkan rekor MURI sebagai peserta senam poco-poco Narapidana terbanyak,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami.

Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Jakarta (Lapas Narkotika Cipinang) yang menjadi pusat penyelenggaraan pemecahan rekor senam poco-poco mengerahkan sebanyak 1000 narapidana. Sebelumnya, seluruh peserta dari UPT Pemasyarakatan se-Indonesia telah melaksanakan gladi bersih secara serentak pada hari Sabtu (4/8).

“Senam poco-poco ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi narapidana di bidang kesehatan jasmani. Selain mempersiapkan dari sisi kemandirian, narapidana juga harus sehat secara mental dan jasmani sehingga mengurangi peluang mereka untuk mengulangi perbuatannya,” ujar Utami.

Selain itu Utami juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga menjadi salah satu cara melestarikan budaya bangsa dan mengangkat martabat bangsa di mata Dunia. Terlebih, acara yang diprakarsai oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik dari jajaran pemerintahan maupun masyarakat.

“Acara ini dapat menjadi sarana perekat dan pemersatu bangsa serta mampu menanamkan nilai nasionalisme bagi seluruh narapidana sehingga rasa cinta tanah air mereka akan semakin tinggi,” ungkap Utami.

Sebelumnya, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan telah melaksanakan persiapan dan latihan selama beberapa minggu. Pematangan gerakan senam poco-poco terus dilakukan untuk menjaga kekompakan seluruh peserta.

Sementara itu, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan pengentasan anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum dan Ham RI Junaedi menjelaskan,” Pelatihan ini melibatkan beberapa instruktur seluruh Indonesia, meluangkan waktu persiapannya 10 – 15 hari. Kita 514 lapas seluruh Indonesia,” terangnya.

“Tidak ada kesulitan karena ini adalah bagian dari pembinaan kepribadian dalam suasana dan kondisi lapas dan rutan terbatas tapi masih ada kreatifitas untuk berpartisipasi,” pungkas Junaedi. (*)