Wisata Dadakan Paus Seberat 10 Ton Terdampar Di Kecamatan Jangkar Situbondo

oleh

Situbondo,Jatim.Nusantarapos,BKnews,- Ikan paus, Sepanjang 17 meter dengan bobot diperkirakan 10 ton, terdampar di perairan Jangkar, tepatnya di dusun Krajan Rt. 3 Rw. 1 Desa dan Kecamatan Jangkar Situbondo Jawa – Timur, pada Jumat 2 Februari 2018.

Beredarnya kabar ikan paus terdampar,  sebesar minibus, mendadak jadi wisata dadakan di bibir pantai Kecamatan Jangkar, warga berdatangan ke lokasi tersebut ingin melihat secara dekat, baik menggunakan perahu, bahkan rela membayar untuk melihat secara dekat.

Hendra warga sekitar menjelaskan,” ikan tersebut diketahui terdampar sejak pukul 01.00 wib dini hari, diperkirakan panjang sekitar 17 meter dan berat 10 ton, dan ini sudah yang kedua kalinya terdampar di pantai ini mas,” ujar Hendra.

Memperhatinkan kondisi air laut surut membuat ikan paus tidak bebas bergerak, hanya bergulingan dan mengerakkan ekornya, ikan dengan posisi sulit bergerak justru di manfaatkan warga sekitar bermain serta memandikan ikan paus tersebut agar tidak mati, dengan cara naik ke badan ikan, tanpa rasa takut sedikitpun.

Selain itu upaya warga nelayan berusaha mengevakuasi ikan paus, dengan menggunakan perahu, tidak membuahkan hasil, meskipun di tarik menggunakan  perahu, warga berharap agar ada aktifis yang peduli dengan kondisi ikan tersebut lebih lebih bisa menyelamatkan hingga ke tengah laut, agar tetap hidup.

Sebelum terdampar ikan paus sempat menabrak perahu tambagan milik Nasir warga nelayan sekitar saat bekerja,” ia, sempat terkejut juga mas, hampir subuh kok sudah dipinggir, dan sudah ditarik tapi tidak berhasil, ini masih menghubungi petugas untuk selanjutnya,” ujar Nasir

Sambil menunggu bantuan evakuasi ikan terdampar, tak jauh dari pelabuhan jangkar, dengan menggunakan perahu, warga berusaha mengarahkan kepala ikan tersebut ke tengah laut, dengan cara di dorong menggunakan kayu dan perahu kano. Jarak 500 meter keberadaan ikan tersebut dari bibir pantai Jangkar, bukan jarak yang jauh dari pemukiman warga, dikawatirkan ikan akan mati dan menjadi beban buat warga sekitar ( BKNews/NP/tiek )