Rakit Bambu Menjadi Sarana Penyeberangan Warga Lenggo

oleh

Polewali Mandar, NusantaraPos – TMMD-ke-101 Rakit bambu menjadi salah satu alat transportasi untuk menuju ke Desa Lenggo, Kecamatan Bulo juga menjadi sarana penyebrangan material bangunan rumah dinas, duiker dan jamban serta prajurit TNI yang tergabung dalam satgas TMMD ke 101 Kodim 1402/Polmas.

Usai dibuka Pjs Bupati Polman Drs Amujib MM di Lapangan Sepak Bola Balla kecamatan Mapilli 4 April kemarin, Desa lenggo yang dulunya sepi kini ramai karena kehadiran satuan tugas (SATGAS) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 1402/Polmas Komandan Kodim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto selaku Dansatgas TMMD mengatakan bahwa sejak lama masyarakat desa ini dalam melakukan aktifitas di luar desa, baik pedagang, pelajar rakit bambu inilah yang menjadi sarana penyebrangan mereka.

“Sekitar 150 Personel Satgas TMMD masuk ke desa ini juga menggunakan rakit bambu bahkan material bangunan yang akan digunakan untuk sasaran fisik seperti semen, batu bata, seng, paralon juga menggunakan rakit bambu tersebut,” jelasnya dalam Siaran Pers yang diterima Nusantarapos.co.id, Senin (16/4/2018).

Dansatgas menambahkan bahwa sejak awal meninjau ke desa lenggo ini sudah kami pikirkan bagaimana sarana penyebrangan material nantinya sehingga Kodim 1402/Polmas membuatkan rakit dari 12 drum agar  mampu mengangkut lebih banyak bahan material.

“Setelah Program TMMD usai sarana penyebrangan tersebut akan diwariskan untuk warga setempat sehingga bisa  digunakan oleh masyarakat sembari menunggu jembatan gantung yang sedang dibangun selesai dikerjakan,” Kata Letkol Dedi Setia.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemda Polewali Mandar agar pembangunan jembatan gantung yang sedang dikerjakan tersebut bisa dipercepat supaya bisa dipergunakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu Hamka (33) Sekertaris desa (Sekdes) Lenggo mengatakan bahwa setelah rakit drum yang dibuat oleh Kodim 1402/Polmas akan memudahkan penyeberangan karena sudah menggunakan tali dengan katrol.

“Siapa pun yang akan menyeberang sudah tidak menggunakan rakit bambu lagi karena sudah bisa menyeberang sendiri tanpa joki menggunakan tali dan katrol yang dibuat oleh kodim,” ungkap Sekdes.

Selain itu Baddu (53) sang joki rakit bambu saat ditanyai usai menyebrangkan material mengatakan bahwa selama pelaksanaan TMMD di desa ini semua bahan material dan anggota TNI tidak dipungut biaya penyeberangan karena kehadiran mereka untuk kepentingan masyarakat juga, kalau masyarakat umum seperti pedagang yang naik sepeda motor mereka bayar Rp 5000, sekali menyeberang.

“Bahan material dan pak tentara tidak bayar kalau menyebrang karena mereka datang ke sini untuk membangun di Desa kami, Bahkan kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena sudah membantu untuk memperbaiki jalan dan membuat jamban untuk warga lenggo,” tutur Sang Joki. (*)