oleh

“Sarasehan Mahasiswa, Membangun Persepsi Positif dalam Melanjutkan Kepemimpinan Nasional”

Depok, Gardatama Research Center (GRC) bekerjasama dengan sivitas akademika Universitas Indonesia menggelar sarasehan mahasiswa yang bertema “Membangun Persepsi Positif dalam Melanjutkan Kepemimpinan Nasional”, pada hari Selasa, 28 Agustus 2018 pukul 10.00 -16.00 WIB di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama berjudul Pilpres Indonesia dalam Perspektif Historis dan Gerakan Pemuda dan sesi kedua berjudul Optimisme Pembangunan Nasional dalam Konstelasi Politik 2018.
Direktur GRC menjelaskan tujuan sarasehan mahasiswa untuk pendidikan politik dan memupuk optimisme dalam kelanjutan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber Fadrik Azizi selaku editor Tirto.id, Agus M. Herlambang selaku Ketum PB PMII, , Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi selaku Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI dan Dr. Abdillah Ahsan selaku Peneliti Lembaga Demografi FEB UI.
Editor Tirto.id Fadrik Azizi mengatakan pendidikan politik diperlukan masyarakat untuk mencegah masyarakat dari provokasi.

“Secara preferensi, masyarakat memilih bukan karena program partai tetapi berdasarkan unsur aliran sebagai contoh pilihan politik karena NU, Muhammadiyah, dan ketokohan (Habib). Ini menjadi pekejaan bagi mahasiswa dan pemuda untuk bagaimana memberikan edukasi politik agar masyarakat tidak memilih berdasarkan fanatisme sehingga mudah dipengaruhi melalui mimbar masjid, isu-isu yang menjelekkan pemerintah dan lain-lain.” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Agus M. Herlambang menyambut baik kegiatan edukasi di lingkungan universitas yang melibatkan generasi muda dan menggalang dukungan untuk kelanjutan pemerintah.

“Ada peran yang harus diambil dari kelompok usia muda. Generasi milenial harus menghindari apatisme dalam proses politIk. Generasi milenial sebaiknya tidak hanya menjadi objek tetapi juga menjadi subjek politik yakni sebagai pendidik politik untuk masyarakat.” Ujarnya.
Dalam sarasehan tersebut, keberhasilan pembangunan dan capaian pemerintah juga menjadi sorotan Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi. Kondusifitas dan perdamaian mampu dijaga selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo meskipun komposisi penduduk Indonesia yang multietnis.

“Salah satu Negara yang paling stabil perekonomian di dunia adalah Indonesia meskipun kelemahnnya masih ada budaya korupsi. Kerusakan perekonomian di Indonesia memang dipengaruhi oleh tekanan global seperti kondisi perekonomian di Timur Tengah dan kebijakan ekonomi AS. Proses panjang perekonomian Indonesia membuktikan bahwa perekonomian Indonesia jauh lebih baik. Bukannya mendukung Jokowi tetapi ini berdasarkan fakta.” Ujarnya.

Komentar