oleh

Tahun 2017, Pendapatan Usaha Pelayaran Tamarin Samudra Naik sebesar 16,29%

Jakarta, NusantaraPos – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (Perseroan) hari ini mengadakan Paparan Publik di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Dalam acara ini, Direktur sekaligus Corporate Secretary Perseroan Leo A. Tangkilisan mengatakan bahwa tahun 2017 perusahaan mendapat peningkatan pendapatan dikarenakan tingginya harga minyak dunia.

“Pertama adalah harga minyak tinggi. Kedua, ada instruksi dari Pemerintah meningkatkan produksi minyak sehingga akan muncul eksplorasi-eksplorasi baru. Jadi peluang investor kami cukup terbuka karena hal tersebut,” ujar Leo saat diwawancarai awak media.

Secara keseluruhan pendapatan usaha Pelayaran Tamarin Samudra naik sebesar 16,29% dibandingkan dengan tahun 2016. Kenaikan pendapatan ini juga berdampak pada penurunan kerugian tahun berjalan pada tahun 2017 sebesar USD 3,156 juta. Sementara pada tahun 2016 tercatat rugi tahun berjalan sebesar USD 6,806 juta.

Untuk meningkatkan pendapatan di tahun 2018, perseroan berniat membeli kapal baru pada kuartal IV-2018. Namun, rencana tersebut masih tertunda.

“Kita memang rencananya ada pembelanjaan cuma sampai saat ini negosiasinya agak tertunda. Ada beberapa aset yang masih kita lihat, jadi angka pastinya kita belum tahu. Tetap ada aksi koorperasinya, mudah-mudahan terjadi tahun ini,” ungkapnya.

Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Pelayaran Tamarin semakin giat untuk mengikuti berbagai tender yang mulai bermunculan.

“Sampai dengan saat ini marketnya baru bermunculan sehingga kami baru mengikuti tender-tender baru. Tahun kebelakang belum ada kegiatan yang menunjang investor kami, kalaupun ada masih sedikit,” tandas Leo.

Ia pun berharap, tahun 2019 Tamarin Samudra tidak akan mengalami kerugian seperti tahun sebelumnya. “Kami berharap di 2019 dengan kapal yang existing ini bisa terjadi laba bersih, bukan mengalami kerugian,” pungkasnya. (ARS)

Komentar