oleh

Terkait Overcrowded, DirjenPAS: Membangun Lapas Butuh 18 Triliun

-Berita, Hukum-14 views

Jakarta, NusantaraPos – Terkait overcrowded (kelebihan kapasitas) narapidana di rutan dan lapas Indonesia, Direktur Jenderal Dirjen Pemasyarakatan KemenkumHAM Sri Puguh Budi Utami menyatakan Pemerintah tidak ada anggaran untuk membangun lapas dan rutan baru.

“Normalnya membangun (lapas dan rutan) lagi membutuhkan paling tidak 18 Triliun. Negara tentunya tidak punya duit sebanyak itu. Membangun lapas dan rutan juga butuh lama,” ujar Utami yang ditemui NusantaraPos.co.id di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).

Kapasitas lapas hanya mampu menampung 124.973 orang. Tapi kenyatannya, saat ini lapas diisi 249.000 orang lebih.

Maka dari itu, membina narapidana ke dalam tiga kelas menjadi cara efektif mengurangi kapasitas lapas. Kelas tersebut antara lain maksimum security, medium security dan minumum security.

“Yang kita lakukan adalah membagi mereka ke skala yang benar dalam tahap pembinaan. Mereka yang sudah inkrah putusan pengadilan dikirimkan ke suatu lapas yang dinamakan maksimum security. Jika mereka tertib paling telat 6 bulan akan kita pindahkan ke medium security,” jelas Utami.

Sedangkan jika narapidana sudah berkelakuan baik bisa ditempatkan di minimum security. Disini, mereka tak mesti selalu tinggal di lapas sehingga bisa mengurangi kapasitas lapas.

“Di minimum security akan diberikan akses yang lebih longgar. Tidak harus di dalam lapas, bisa dipekerjakan di pabrik,” pungkasnya. (ARS)

Komentar