Tiga Organisasi Perempuan Bersinergi Bagikan 1300 Paket Bansos

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Aksi kepedulian 3 organisasi yang terdiri dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PP LIPPI), dan Perempuan Peduli Keadilan (PPK) kembali berlanjut. Kali ini, sebanyak 1300 paket makanan untuk berbuka puasa dan santunan dibagikan kepada fakir miskin dan anak yatim yang dipusatkan di dua lokasi yaitu Masjid As-Syafiah, Manggarai Selatan Jakarta Selatan dan wilayah dekat Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur.

Yasmin, perwakilan dari PP LIPPI menjelaskan bahwa baksos ini adalah baksos putaran ketiga yang sebelumnya sudah dilaksanakan yaitu dengan membagikan makanan untuk berbuka puasa di daerah Jakarta Timur yaitu Perkampungan Jompo dhuafa dan anak jalanan yang terletak di jalan Manggis Kelurahan Balimester Matraman, Masjid Al Barakah Assafiiyah, dan Terminal Kampung Melayu Jaktim.

“Saat ini, kami membagikan kurang lebih 1300 box nasi kepada penduduk setempat seperti pedagang kaki lima, anak jalanan dan para pengemudi ojek online. Alhamdulillah kegiatan ini walaupun sederhana tetapi sarat makna. Kita bisa lebih merasakan langsung kehidupan mereka yang selama ini kita lalui dan ternyata masih sangat banyak perbedaan,” ungkap Yasmin, Jumat (8/6/2018).

Menurutnya, keadaan taraf hidup terasa masih sangat tertinggal jauh dan belum merata walaupun pemukiman tersebut sangat jelas berada di kawasan elite ibukota. Oleh karena itu, ia mengajak untuk bisa ikut bergabung bersama dan berbagi bersama sebagai jembatan penghubung kebahagiaan dan masa depan yang lebih baik.

“Kami berharap, Insya Allah ke depannya dapat lebih menginspirasi dan membuka hati para teman-teman kami diluar sana serta kami bisa lebih menggerakkan lagi bantuan-bantuan untuk saudara kita diluar sana yang sangat membutuhkan,” harapnya.

Di saat yang sama, Humas 3 organisasi perempuan, Effy Kuswita mengungkapkan, “Saya merasa bersyukur karena masih ada orang-orang seperti Kesha yang peduli dan mau membantu sesama dengan tulus ikhlas tanpa minta imbalan apapun. Mereka berjuang mengkoordinir ibu-ibu majelis taklim dan mencari dana untuk anak yatim. Tentunya ini patut dicontoh khususnya anak muda,” pungkasnya. (Rul)