Tips Mencegah Keputihan yang Tidak Normal

oleh
Gb. kaki Wanita .net

Jakarta,Nusantarapos,- Bagi para wanita, keputihan merupakan hal yang biasa tetapi kebanyakan para wanita selalu tidak nyaman. Padahal keputihan ini sebenarnya sehat bagi wanita karena pada dinding vagina dan leher rahim terdapat kelenjar yang memproduksi cairan untuk menjaga kesehatan organ intim wanita.

Seperti yang ditulis oleh alodokter, keputihan yang normal pada umumnya berwarna putih susu atau jernih dan tidak berbau. Kadar cairan akan meningkat pada masa tertentu seperti saat menyusui, saat berhubungan seksual dan pada saat atau sekitar masa menstruasi.

Dalam menangani masalah keputihan normal, sebenarnya tidak perlu penanganan secara khusus. Namun keputihan tersebut perlu dijaga agar tidak berubah menjadi tidak normal karena perubahan yang tidak normal tersebut bisa disebabkan beberapa hal seperti infeksi vaginosis bacterial, penggunaan antibiotic, infeksi penyakit menular seksual seperti klamidia, kanker serviks, penggunaan pil kontrasepsi, infeksi parasit trikomoniasis, ataupun infeksi jamur.

Untuk melihat apakah keputihan itu normal atau tidak normal terdapat tanda perubahan warna dan konsistensi adanya bau, dan adanya gatal atau nyeri.

Oleh karena itu, ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan oleh diri sendiri diantaranya:

  • Kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan
  • Konsumsi yoghurt bila Anda sedang dalam pengobatan antibiotik agar menurunkan risiko terkena infeksi jamur.
  • Gunakan krim atau gel antijamur jika memang keputihan disebabkan infeksi jamur.
  • Gunakan kondom atau tunda hubungan seksual hingga sepekan setelah pengobatan.
  • Bila keputihan yang tidak normal berlangsung lebih dari seminggu setelah pengobatan mandiri, periksakan diri Anda ke dokter.

Sedangkan untuk menghindari keputihan yang tidak normal juga ada beberapa cara diantaranya:

  • Menjaga vagina tetap kering dan tidak lembap dengan selalu mengeringkannya setelah buang air kecil atau dengan cara :
    • Menggunakan celana yang tidak terlalu ketat.
    • Tidak terlalu sering menggunakan stoking.
    • Kenakan celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Celana dalam katun memungkinkan lebih banyak udara ke vagina dan mencegah lembap.
    • Tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari.
    • Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bukan sebaliknya.

 

  • Vagina sebenarnya adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri. Menggunakan cairan pembersih vagina justru berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya. Ketidakseimbangan ini akan memicu vaginosis bakterial. Untuk membersihkan vagina, gunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma kuat. Namun sebisa mungkin, hanya gunakan air saja.
  • Hindari penggunaan parfum, bedak pada vagina. Penggunaan parfum dan sabun dapat menyebabkan nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal.
  • Selain itu hindari penggunaan bahan-bahan berikut yang dapat membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina:
  • Penggunaan pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam.
  • Pembalut beraroma/berparfum.
  • Tisu toilet beraroma
  • Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.
  • Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus.
  • Hindari terlalu sering berendam dalam air panas.
  • Cuci pakaian dalam dengan air hangat.
  • Ganti pembalut secara teratur saat datang bulan.(*)