Warga Satukan Tekad Bentuk Relawan Puas Dukung Abdul Somad Sebagai Pendamping Prabowo

oleh

Jakarta, Suasana menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang masih muncul dipermukaan hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk maju dalam perhelatan demokrasi 5 tahunan tersebut. Namun dari kedua tokoh nasional ini belum menentukan siapa yang pantas untuk menjadi pendampingnya, bahkan seorang Jokowi yang merupakan incumbent masih ragu untuk menentukan pasangannya.

Ditengah suasana yang begitu luar biasa tersebut, semangat umat untuk mengisi ruang demokrasi begitu besar. Sehingga melihat sosok Ustadz Abdul Somad (UAS) sangat pas untuk disandingkan dengan seorang pemimpin yang tegas dan ketegasan tersebut ada pada diri Prabowo.

Diko Nugraha salah satu penggagas “Sahabat PUAS” mengatakan menyangkut suasana pemilihan presiden luar biasa begitu besar, semangat umat untuk mengisi ruang demokrasi. Pertama-tama hari ini ada sesuatu hal yang berbeda, yaitu dimana ulama sangat penting di Pilpres 2019, maka dari itu sudah mulai banyak dorongan masyarakat dari berbagai lapisan agar ulama tampil di depan.

“Kebetulan ada sosok fenomenal yang saat ini sangat digandrungi oleh umat di seluruh kalangan juga diterima oleh semua lapisan yaitu Ustadz Abdul Somad. Yang sekiranya ini dapat bersedia untuk menjadi pemimpin, baik itu calon presiden ataupun wakil presiden. Ini adalah sebuah arus gelombang umat yang begitu luar biasa dan semangat untuk merasa memiliki dan menjaga NKRI ini,” katanya saat deklarasi Sahabat PUAS di Wisma Perwari jl. Menteng Raya Nomor 35, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Diko menjelaskan dengan tampilnya sosok Ustadz Abdul Somad, menjadi sebuah harapan baru bagi Indonesia kedepan selain itu juga sebagai sebuah figur aternatif yang diamanahkan oleh umat kepada beliau agar mau untuk menjadi pemimpin. Yang selama ini ulama hanya memberikan siraman akhlak (dakwah) kepada umatnya.

“Saya melihat gelombang masyarakat saat ini tentunya harus kita akomodir, dan harus kita wadahi karena ini adalah bagian dari aspirasi rakyat, yang baik tentunya untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Untuk memperkuat ukhuwah islamiah dan ukhuwah watoniah, persatuan, kesatuan, keselamatan bangsa kita, kemajuan negara kita ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lanjut Diko, dengan menolaknya Ustadz Abdul Somad agar dicalonkan menjadi wakil presiden, saya menilai itu adalah adab / karakter santri yang memang ketika diberi kedudukan / tahta ia akan menolaknya. Namun apabila rakyat yang menuntut mau tidak mau beliau ini adalah sebuah amanah yang besar, saya yakin ulama itu tidak akan meninggalkan amanahnya walau setitikpun.

Semoga dengan diselenggarakannya deklarasi sahabat UAS, ini menjadi gelombang besar yang betul-betul murni dari bawah, juga merupakan harapan yang nyata kedepan terutama dalam menghadapi kontestasi pemilihan presiden 2019. Akan hadir diantaranya perwakilan-perwakian ormas yang mempunyai visi dan misi yang sama soal keuamatan menyangkut NKRI, diperkirakan mencapai ratusan orang.